Rabu, 26 Januari 2022
Ekonomi

Keripik Telur Asin, Inovasi Produk untuk Kota Malang Ditengah Pandemi

profile
Admin

05 Januari 2021 17:35

218 dilihat
Keripik Telur Asin, Inovasi Produk untuk Kota Malang Ditengah Pandemi
Proses produksi krupuk telur asin bu sugeng.

MALANG, - Dengan kreativitas olahan, muncul inovasi produk terbaru. Krupuk Telur Asin namanya, cita rasa asin dan gurihnya kerupuk tersebut memang patut untuk dicoba. Entah hanya jadi pendamping nasi atau dijadikan camilan. Semuanya terasa nikmat.

Sebagai produk baru di kota malang, kerupuk telur asin memang masih sedikit produsennya. Inovasi produk yang dikembangkan oleh Siti Sugeng atau lebih dikenal dengan bu Sugeng tersebut muncul dari ide salah satu teman baiknya.

Dulunya Bu Sugeng hanya memproduksi telur asin saja, tetapi di masa pandemik ini omset usahanya yang menurun.

Padahal usahanya tersebut sudah dilakoni sejak 2006. Penjualan turun dan resiko telurnya menjadi busuk membuatnya berinovasi.

Dia mencoba mengolah telur asin miliknya menjadi sebuah kerupuk. Beberapa percobaan dilakukan, dan hasilnya gagal.

Dari penuturannya memang dirinya kesulitan dalam proses produksi. Salah satu kesulitannya yaitu campuran bahan yang pas serta irisan yang tepat jadi kendala utama. Proses produksi yang dilakoninya sendiri dengan cara manual. Pada akhirnya resep kerupuk telur asin itu pun jadi.

"Saya mencoba membuat kerupuk dengan bahan telur asin, tapi gagal dan masih ada saja yang kurang tapi akhirnya saya mengerti komposisi yang pas. Kini produksi dapat saya jalankan tetapi memang kesulitan memotong agar hasil potongan telur yang kuning bisa bagus itu cukup susah. Kalau terlalu tebal ya jadinya keras. Alhamdulillah sekarang pelanggan saya sering pesan kerupuk telur asin dan juga telur asin," ujar wanita itu.

Dalam proses produksi kerupuk tersebut, bu sugeng butuh 5 sampai 10 hari untuk menjemur kerupuknya tersebut. Tergantung pada kondisi cuaca seperti kerupuk pada umumnya.

Dari penuturannya kerupuk yang mentah dapat bertahan hingga setahun dan yang telah digoreng bisa bertahun sebulan. Dengan kemasan yang digunakan saat ini, kerupuk telur asin tersebut dirasa tahan lama tanpa adanya bahan pengawet. 

Harganya yang ekonomis berkisar rp 15.000 untuk kemasan 150 gram dan rp 25.000 untuk 250 gramnya. Untuk penjualannya bu sugeng masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut untuk produknya yang baru ini.

Produksi yang terbatas serta harapannya untuk dibantu pengurusan ijin dagang juga menjadi kendala untuknya.

"Untuk sekarang ya masih terbatas jumlah yang saya produksi mas, ini juga masih belum ada izin. Kalau nanti dibantu untuk mengurus izinnya, saya akan berterima kasih sekali," jelasnya ditemui di rumahnya di Jalan Brigjend Slamet Riadi Gang 4 No. 913, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kota Malang. 

Apabila pembaca berminat mencoba keripik telur maupun botok telur asin buatan bu sugeng yang gurih, bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu di 085-846-589-640 karena stoknya yang limited edition alias terbatas. (Nayoko) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Keripik Telur Asin, Inovasi Produk untuk Kota Malang Ditengah Pandemi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT