Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Ketua PWI Soroti Bungkamnya Kapolres Pamekasan Terkait Pengepungan Rumah Mahfud MD

profile
Admin

04 Desember 2020 20:39

398 dilihat
Ketua PWI Soroti Bungkamnya Kapolres Pamekasan Terkait Pengepungan Rumah Mahfud MD
Aksi pengepungan rumah Mahfud MD di Pamekasan

PAMEKASAN - Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar masih terus bungkam terkait kasus pengepungan rumah ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Sampai hari ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat kepada publik perihal aksi persekusi segerombol orang terhadap ibunda Mahfud.

Sayangnya, Kapolres Pamekasan terkesan selalu menghindar untuk ditemui wartawan. Bahkan, sejumlah awak media yang berupaya menghubungi tidak direspon.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Abd Aziz berpandangan, diamnya Kapolres Pamekasan saat ini tidak lazim. Sebab, sikap bungkam Apip ini menimbulkan persepsi buruk. Karena bagaimanapun, pernyataan resmi Kapolres penting untuk menghadapi dinamika sekaligus warning bagi masyarakat agar peristiwa serupa tidak terulang.

"Pilihan Kapolres AKBP Apip Ginanjar terkait kasus penggerudukan rumah Menkopolhukam Mahfud MD di Jalan Dirgahayu Pamekasan berpotensi menimbulkan tafsir dan persepsi publik yang keliru," ucapnya, pada, Jumat (4/12/2020). 

Pertama, kata dia, Polres Pamekasan terkesan membiarkan peristiwa tersebut terjadi. Sebab, sebelum mendatangi rumah Mahfud massa melakukan aksi di Mapolres Pamekasan menuntut Pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab tidak diperiksa.

"Oleh Intelkam Polres Pamekasan tentu gerakan mereka akan terus dipantau. Pada konteks ini, maka publik bisa mempersepsikan bahwa polres sebenarnya sudah mengetahui, akan tetapi dibiarkan," paparnya.

Kedua, terang Aziz, dengan cara bungkam, seolah memberikan sinyal bahwa institusi polres kecolongan. Klaim Polda Jatim dalam rilis di Surabaya tidak kecolongan. "Jika memang tidak kecolongan, harunya tidak akan terjadi," katanya. 

Ketiga, sikap bungkam Kapolres Pamekasan atas kasus penggerudukan rumah orang tua Mahfud MD pada 1 Desember 2020 itu, seolah pimpinan institusi polisi di Kabupaten Pamekasan ini cuek pada adab dan etika warga Madura yang menghormati pada orang tua.

"Prinsip dan etika orang Madura dalam hal relasi sosial adalah bhapa' babhuk, guru, ratho," terangnya.

Keempat lanjut Aziz, sikap diam Apip terkait kasus ini, menimbulkan persepsi korelatif pada publik dengan kasus-kasus sebelumnya yang ditangani dan dilaporkan masyaramat ke institusi ini, tapi hingga kini belum tuntas. Antara lain, kasus kekerasan pada wartawan, laporas kasus penghinaan pada ketua NU di media sosial dan beberapa kasus lainnya.

"Kelima, dengan memilih bungkam ini, kapolres sejatinya sama dengan menciderai sistem demokrasi kita, yang menempatkan pers sebagai pilar keempat," tambahnya.

Aziz menambahkan, bangunan iklim komunikatif tersumbat sebagaimana diterapkan Kapolres Pamekasan dihentikan, karena berpotensi menimbulkan cara pandang dan persepsi publik yang kurang baik.

"Citra ideal institusi negara, saya kira tidak seperti yang diterapkan institusi Polres Pamekasan dibawah kepemimpinan AKBP Apip Ginanjar saat ini. Pemimpin polres lain di Madura ini, seperti Sampang, Bangkalan dan Sumenep bagus kok," tukasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Ketua PWI Soroti Bungkamnya Kapolres Pamekasan Terkait Pengepungan Rumah Mahfud MD

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT