Sabtu, 29 Januari 2022
Ekonomi

Kisah Perempuan Pemecah Batu Berusia Paruh Abad di Sampang

profile
Admin

28 Desember 2020 02:46

257 dilihat
Kisah Perempuan Pemecah Batu Berusia Paruh Abad di Sampang
Sedeli perempuan pemecah batu paruh abad di Sampang

SAMPANG – Usianya memasuki lebih dari separuh abad, namun perempuan asal Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang ini tak juga lelah bekerja. Perempuan bernama Sedeli ini bekerja sebagai pemecah batu.

 

Di usianya yang memasuki 55 tahun Sedeli  harus tetap bekerja menghidupi keluarganya. Sang suami yang terpaksa tak bisa mencarikannya nafkah karena telah lama mengalami sesak napas sehingga berhenti bekerja.

 

Sedeli menuturkan, bila ia melakoni profesi pemecah batu untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Bermodalkan palu kecil memecah bebatuan dari bentuk besar, menjadi lebih kecil. Selanjutnya batu yang sudah berukuran kecil dijual ke orang lain.

 

"Kami semua bekerja memecah batu besar menjadi batu kecil untuk di jual kepada para pembeli yang membutuhkan. Seperti orang yang mau buat gorong-gorong atau untuk cor rumah atau jalan. Dan lahan yang saya tempati untuk cari batu bukan punya saya, tetapi punya orang, dan alhamdulillah orangnya memberinya pekerjaan,” ujar Sedeli, ditemui pada Minggu (26/12/2020).

 

Batu tersebut dijual dengan keuntungan satu keranjang bambu hanya Rp 2.000. Sedeli mengaku setiap harinya bisa memecahkan batu hingga terkumpul 5 keranjang bambu. Maka bila masing – masing keranjang terjual ia mendapat penghasilan Rp 10 ribu dari 5 keranjang bambu tersebut.

 

"Untuk bisa mencapai satu pick up biasanya saya harus mendapatkan pecahan batu dengan 60 tempat sak (keranjang bambu), sedangkan satu hari saya mendapatkan 5 tempat sak (kranjang bambu), 1 saknya dihargai Rp 2000,” ucapnya.

 

Namun Sedeli kini mengeluhkan sepinya pembeli batu – batu kecil yang dipecahnya. Padahal biasanya hampir setiap minggu ada yang membeli, namun sekarang sepi.

 

“Sekarang sepi, biasanya satu minggu ada satu mobil pick up kecil, sekarang sampai berhari – hari tidak yang beli,” tukasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kisah Perempuan Pemecah Batu Berusia Paruh Abad di Sampang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT