Jumat, 28 Januari 2022
Teknologi

Kreatif Saat Pandemi Covid-19, Kepala SMKN 5 Malang Ciptakan Moge Listrik

profile
Avirista

02 November 2021 12:47

22 dilihat
Kreatif Saat Pandemi Covid-19, Kepala SMKN 5 Malang Ciptakan Moge Listrik
Kepala SMKN 5 Ciptakan moge listrik

MALANG - Pandemi Covid-19 ternyata tak menghalangi seorang kepala sekolah di Kota Malang berkreasi dengan moge (sepeda motor gede). Moge dengan arus utama listrik ini dirakit oleh seorang Kepala SMKN 5 Kota Malang Cone Kustarto Arifin, sejak Maret 2020 lalu.

Ia mengisahkan, awal mula melakukan proses pembuatan moge listrik itu karena ingin memiliki moge dengan desain yang berbeda dari yang beredar di pasaran. Perancangan moge listrik yang diklaim ramah lingkungan ini pun dilakukan.

"Kami buat konsep motor gede tetapi bertenaga listrik. Jadi berbeda dengan yang banyak beredar di pasaran," ujar Cone, ditemui pada Selasa (2/11/2021) oleh suarajatimpost.com.

Proses pembuatan moge sendiri ia dibantu oleh seorang tenaga yang membantunya mengurusi sistem kelistrikan. Namun dari desainnya, memastikan bahwa seluruhnya hasil karyanya.

Moge tersebut benar-benar dibangun dari nol mulai dari desain rangka, kompartemen mesin tenaga listrik hingga alat gerak yang menggunakan hap, hingga akhirnya kini bisa menjadi kendaraan yang bisa berfungsi dengan baik.

"Prosesnya tidak mudah, sempat mengalami bongkar pasang juga beberapa kali. Sampai akhirnya kami dapat settingan seperti yang ada saat ini," ungkap dia.

Moge ini ia susun dengan memanfaatkan tenaga baterai laptop bekas. Dimana sebelum dimanfaatkan, baterai tersebut terlebih dahulu direkondisi, serta melewati beberapa perbaikan, agar bisa kembali difungsikan.

Saat ini, total ada 312 baterai bekas laptop yang digunakan sebagai penyimpan tenaga listrik motor tersebut. Daya tampung yang mencapai 40 ampere membuat motor tersebut bisa digunakan untuk jarak hingga 50 kilometer.

Kepala SMKN 5 bersama seorang pekerja memeriksa moge listrik ciptaannya

"Untuk waktu pengisian daya listrik memerlukan sekitar 1,5 jam. Ini sudah jauh lebih cepat ketimbang awal pengembangan yang memerlukan sekitar 6 jam untuk pengisian daya," jelasnya.

Menariknya, dari sisi desain Cone menambahkan sentuhan ukiran kayu di bodi kiri dan kanan motor. Jok motor pun dibuat sedemikian rupa dengan dihiasi ukiran yang kian membuat kesan estetik moge ciptaan kepala SMKN 5 ini.

"Semua ukiran ini saya buat sendiri, agar motor tersebut terlihat lebih menarik. Karena memang saya orangnya suka seni, jadi motor ini juga tetap harus berseni," terang dia.

Tercatat moge ini telah menghabiskan dana hingga Rp 65 juta untuk penyempurnaan. Tetapi pihaknya tak berpuas diri, ia menyebut penyempurnaan moge listrik ini belum sepenuhnya selesai.

Cone menyebut masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan dari moge listrik tersebut. Beberapa diantaranya adalah suspensi kenyamanan saat berkendara yang akan coba ditingkatkan lagi.

Kemudian juga untuk proses pengisian daya yang kedepan direncanakan bakal mengunakan teknologi self charging. Artinya akan ada penyimpan daya yang lain sebagai cadangan ketika penyimpan daya utama habis, maka secara otomatis bakal melakukan pengisian ulang.

"Sudah sempat dicoba dengan cara baterainya dipecah jadi dua. Tetapi kami masih belum menemukan settingan yang pas untuk pengisian daya otomatis ini," bebernya.

Bila nanti penyempurnaan moge listrik ini selesai, Cone tak menutup kemungkinan bakal diproduksi massal. Namun ia masih akan melakukan riset agar moge listrik ini bisa dikembangkan dengan biaya lebih murah dari yang dibuatnya saat ini.

"Kami masih cari formula untuk kemungkinan produksi massal. Tetapi kami upayakan untuk harganya kisaran Rp 20-25 juta saja," pungkasnya. (Fcs) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kreatif Saat Pandemi Covid-19, Kepala SMKN 5 Malang Ciptakan Moge Listrik

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT