Sabtu, 22 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Langkah 'Menghijaukan' Lumajang Cegah Bencana Alam

profile
Achmad

28 Oktober 2021 18:33

33 dilihat
Langkah 'Menghijaukan' Lumajang Cegah Bencana Alam
Kapolres Lumajang saat ikut menanam mangrove di pantai selatan

LUMAJANG - Langkah reboisasi dengan menanam hutan kembali dilakukan guna pencegahan banjir di Lumajang. Program reboisasi atau penanaman pohon di lahan yang gundul dilakukan di pesisir selatan Lumajang, tepatnya di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian.

Sejumlah instansi gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), RS Bhayangkara Lumajang, dan sejumlah masyarakat bersinergi menghijaukan kawasn yang gundul.

Tercatat 1.000 pohon yang ditanam, terdiri dari 500 pohon cemara dan 500 pohon mangrove, dalam acara tersebut juga dilaksanakan peresmian Police Rescue Team oleh Kapolres Lumajang. 

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, hal itu dilakukan untuk mengambil inisiatif dalam melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana alam. Tak hanya aparat itu, mitigasi tersebut juga melibatkan beberapa pihak lainnya, termasuk Tagana, LSM lingkungan dan relawan bencana alam, hingga komponen masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para narasumber yang memberikan pembekalan hari ini, terutama RS. Bhayangkara Lumajang sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar, ini luar biasa. Alhamdulillah,” katanya, Kamis (28/10/2021).

Mitigasi ini, kata Eka Yekti, merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah terjadinya bencana alam yang berakibat menimbulkan korban jiwa.

“Mitigasi itu apa sih? Mitigasi itu, segala upaya untuk mengurangi resiko bencana. Seperti yang kita lakukan sekarang ini bersama rekan-rekan. Termasuk penanaman mangrove agar mampu mencegah terjadinya abrasi, hingga gelombang pasang,” tuturnya.

Ia berharap, dengan adanya mitigasi yang dilakukan oleh Polres Lumajang bersama beberapa pihak, bisa dijadikan sebuah inisiatif bagi masyarakat untuk bisa peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi.

“Acara ini sebenarnya rangkaian sejak hari Senin kemarin, kita telah melaksanakan apel siaga penanganan bencana. Apel itu dihadiri seluruh stakeholder, untuk mengecek kesiapan dalam menghadapi bencana alam,” jelasnya.

Apalagi saat ini dikatakanya, memasuki musim penghujan di akhir tahun. Maka perubahan lingkungan karena gundulnya lahan hutan, bisa berdampak pada kemunculan bencana alam sehingga perlu perhatian tersendiri.

“Kita tahu, Lumajang ini lengkap. Ada gunung, ada laut. Ada 14 macam bencana yang siap mengancam wilayah kita. Jadi, apapun itu kita harus siap. Perlu kita adakan simulasi terutama bagi warga sekitar bibir pantai sehingga apa yang harus kita lakukan ketika terjadi bencana, kita harus paham,” pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Langkah 'Menghijaukan' Lumajang Cegah Bencana Alam

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT