Rabu, 19 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Mahasiswa Jember Diringkus Polda Jatim Usai Jual Surat Rapid Test Antigen di Medsos

profile
Admin

11 Januari 2021 16:39

154 dilihat
Mahasiswa Jember Diringkus Polda Jatim Usai Jual Surat Rapid Test Antigen di Medsos
Polda Jatim saat merilis pelaku penjualan surat rapid test antigen

SURABAYA - Mahasiswa di Jember harus berurusan dengan kepolisian lantaran menjual surat rapid test antigen palsu di media sosial. Mahasiswa bernama Imam Baihaki (24) mashasiswa warga Desa Krajan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, diringkus polisi setelah membuat surat hasil rapid test antigen tanpa pemeriksaan medis.

Pelaku diamankan oleh Tim Siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur setalah menjual hasil surat rapid test ke sejumlah petugas TPS. Kebetulan Imam juga menjadi petugas TPS di Pilkada lalu.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman mengatakan, terbongkarnya kasus ini lantaran adanya laporan masyarakat mengenai aktivitas jual beli hasil surat rapid test antigen tanpa pemeriksaan medis di Facebook.

"Bermula dari laporan masyarakat adanya jual beli rapid test antigen tanpa pemeriksaan medis di Facebook," ungkap Kombes Pol Farman, saat rilis di Mapolda Jawa Timur pada Senin siang (11/1/2021).

Dimana dari penawaran Imam selaku tersangka, menjualnya kepada kepada 24 petugas TPS melalui yang membutuhkan surat hasil rapid test antigen itu dengan harga Rp 50 ribu melalui Facebook miliknya.

"Tersangka memosting di media sosial Facebook mulai tanggal 25. Dia menawarkan jasa pembuatan hasil rapid test antigen dan antibodi. Dari hasil postingan itu, ada 20 orang yang memesan. Satu hasil rapid test antigen dijual Rp 200 ribu," jelasnya. 

Pelaku disebut Farman telah beroperasi dengan modus operandi yang sama sejak Desember 2020. Dari sana Facebook itulah ia berhasil menggaet para calon pembelinya.

"Setelahnya, Imam pun menjualnya melalui media sosial dengan harga Rp 200 ribu per surat hasil rapid test antigen di media sosial Facebook, tanpa pemeriksaan medis. Ia berhasil menjual kepada 20 orang yang akan dipakai berpergian dan kepentingan lainnya," terangnya.

Lebih lanjut, Farman menyebutkan, dari tangan tersangka disita berupa satu buah laptop, satu buah handphone dan beberapa sampel dari hasil replikasi antigen tanpa pemeriksaan medis.

"Kepada tersangka kami kenakan pasal 51 jo pasal 35 UU ITE, dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun dan denda 12 miliar, juncto Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," pungkasnya. (Andy) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Mahasiswa Jember Diringkus Polda Jatim Usai Jual Surat Rapid Test Antigen di Medsos

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT