Rabu, 26 Januari 2022
Ekonomi

Harga Cabai Rawit di Kabupaten Jember Capai Rp 70 Ribu

profile
Rochul

15 Desember 2021 20:40

137 dilihat
Harga Cabai Rawit di Kabupaten Jember Capai Rp 70 Ribu

Harga Cabai dan Telur di Jember Melonjak Jelang Nataru

JEMBER - Harga kebutuhan pangan di Kabupaten Jember juga melonjak tajam menjelang natal dan tahun baru (Nataru). Salah satu komoditas yang melonjak tajam yakni cabai rawit dan telur yang mengalami kenaikan. 


Seorang pedagang cabai di Pasar Tempurejo Jember Tekur menyebut, kenaikan cabai rawit merah sudah terjadi sejak dua hari lalu. Kini harga satu kilogramnya mencapai Rp 70 ribu. 


"Kemarin malah sampai habis, gak ada stok di pasar untuk yang cabai rawit sret (merah). Sekarang sudah ada tapi harganya Rp 70 ribu per kilogram. Dua hari lalu harganya masih Rp 53 ribu," ucap Tekur ditemui suarajatimpost.com, pada Rabu (15/12/2021). 


Tekur menambahkan, selain mahal stok cabai juga terbatas bahkan bisa dikatakan kian langka. Menurutnya, para pedagang harus berlomba untuk bisa memperoleh cabai. "Per ons bisa laku Rp 10 ribu, kalau yang hijau saya jual Rp 6 ribu," ujarnya.


Ia mengatakan, untuk harga jual cabai rawit petik hijau, di pasar tradisional saat ini mencapai Rp 40 ribu, naik Rp 5.000 dalam waktu satu hari. 


Tidak hanya cabai, harga telur ayam di pasar tradisional juga merangkak naik menjadi Rp 26 ribu per kilogram. Di tingkat peternak ayam petelur sendiri saat ini harganya Rp Rp 24 ribu. "Kalau saya lebih milih beli di peternakan, lebih murah. Normalnya ya di bawah Rp 20 ribu," ungkapnya. 


Sementara itu, petani cabai rawit Jenggawah, Suhari  menyebut, tanaman cabainya saat ini banyak yang terkena serangan penyakit cacar buah (antraknosa). Kondisi tersebut biasa terjadi saat musim hujan.


"Tantangan nanam cabai itu memang saat musim hujan, sudah kayak merawat bayi. Harus diperhatikan betul, kalau tidak ingin rusak kena penyakit atau hama," katanya.


Untuk amannya, ia memilih panen dini dengan petik hijau untuk mengurangi risiko kerugian akibat serangan penyakit.


"Lebih amannya memang panen hijau. Tapi sekarang sudah tinggal sedikit, sudah mau masuk musim tanam padi. Tapi sekarang bisa panen 10 kilo saja sudah lumayan," kata Suhari.


Harga cabai hijau di tingkat petani, kata Suhari saat ini mencapai Rp 20-25 ribu. Selisihnya, katanya memang cukup tinggi bila dibandingkan harga di pasar tradisional.


"Selisihnya memang hampir 50 persen. Kalau panen sedikit bisa langsung dijual ke pasar, misal cuma 10-15 kilogram. Tapi kalau panennya lebih dari itu ya larinya ke tengkulak," ucapnya. 


Sementara itu, dari sistem informasi harga kebutuhan pokok, Siskaperbapo Disperindag Jatim, harga cabai rawit di Kabupaten Jember per 15 Desember Rp 73.333. 


Sementara dari 33 data kabupaten-kota yang masuk, hingga pukul 10.30 WIB, harga rata-rata cabai rawit di Jawa Timur  Rp 78.558. Harga rata-rata tertinggi ada di Kabupaten Ngawi mencapai Rp100.000,- dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Lumajang Rp 46.000.


Kenaikan harga cabai disiasati ibu rumah tangga asal Kecamatan Kencong Adli Fairuz, yang sudah jauh - jauh hari mengantisipasi kenaikan harga cabai dengan memanfaatkan lahan kosong di samping rumah.


"Saya menyikapi dengan cara tanam sendiri di samping rumah, dengan kondisi saat ini jadi saya tidak kebingungan karena permasalahan harga cabai," ungkapnya.


Dari sebidang tanah ukuran 4 x 12 meter tersebut, ia menanam berbagai sayuran dan juga tomat serta cabai. Dari tanamannya tersebut ia mampu memenuhi kebutuhannya. (Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Harga Cabai Rawit di Kabupaten Jember Capai Rp 70 Ribu

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT