Sabtu, 22 Januari 2022
Ekonomi

Mengenal Kehidupan Nenek Tua Sebatang Kara di Sumenep, Ceritanya Bikin Mewek

profile
Admin

28 Desember 2020 19:37

129 dilihat
Mengenal Kehidupan Nenek Tua Sebatang Kara di Sumenep, Ceritanya Bikin Mewek
Kediaman Satami Lansia asal Dusun Moralas, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

SUMENEP, - Nasib malang kian dirasakan Perempuan Lansia asal Dusun Moralas, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Perempuan itu diketahui bernama Satami.

Satami harus rela hidup di gubuk yang terbuat dari bambu berukuran 5x4 meter yang sejatinya sudah tidak layak untuk di huni manusia. Mengingat gubuk itu sudah hampir runtuh dan reyot.

Terbuat dari kayu, dengan dinding berlapis bilik bambu, itulah gubuk tempat Satami berteduh. Di sana, juga tidak terlihat satupun barang mewah yang dimiliki perempuan yang menginjak usia sekitar 80 tahun ini.


Bahkan, tempat tidurnya seperti tempat meja makan dengan beralaskan sebuah tikar. Sementara perabotannya terlihat sudah usang, seperti tak layak dipakai.

Di usianya yang sudah terbilang tua ini, ia harus merelakan diri menjalani hidup sebatang kara untuk bertahan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, ia bekerja dengan cara mengumpulkan bahan bekas. 

Peluh dan keringat kuning menetes bercucuran demi sesuap nasi, demi menyambung hidup dari hari ke hari. Hiruk pikuk kehidupan tetap ia jalani meski sendiri.

Satami yang setiap harinya bekerja dengan cara mengumpulkan bahan bekas harus rela berjalan kaki menempuh jarak puluhan Kilometer, bahkan hingga melanglang buana ke desa tetangga.

Penghasilannya pun tak seberapa, tak sebanding dengan beban yang dipikulnya. Satami hanya mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp.10 ribu setiap harinya. 

Meski demikian, Satami mengaku kerap dibantu tetangganya di kala setiap kali mengalami kesulitan dalam menjalani hidup. Di samping nasib nya yang malangnya ini, ini mengaku tak sekali pun mendapat bantuan dari pemerintah.

Menurut keterangan warga sekitar, Hasan, kepada suarajatimpost.com bercerita bahwa Satami memang hidup seorang diri dan tidak pernah bersuami. Penyebab tidak pernah menerima berbagai macam bantuan dari Pemerintah setempat, lantaran ia belum mempunyai identitas diri, seperti KK dan KTP.

โ€œUntuk menyambung hidup, Satami berangkat pagi hari mengumpulkan bahan bekas dengan membawa karung. Kemudian hasilnya ia dijual ke Pasar Kapedi. Baru sekitar pukul 17.50 wib, Satami sudah bisa ditemui di rumahnya,โ€ ungkapnya.

Hingga berita ditayangkan belum ada tanggapan dari pihak pemerintah setempat.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Mengenal Kehidupan Nenek Tua Sebatang Kara di Sumenep, Ceritanya Bikin Mewek

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT