Rabu, 26 Januari 2022
Pendidikan

Mengenang 40 tahun Wafatnya KH Abdul Hamid Baqir, Peradaban Adakan Seminar Nasional

profile
Admin

25 Desember 2020 18:58

308 dilihat
Mengenang 40 tahun Wafatnya KH Abdul Hamid Baqir, Peradaban Adakan Seminar Nasional
Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) mengadakan seminar Nasional untuk mengenang 40 tahun wafatnya KH Abdul Hamid Baqir. Jum'at (25/12/2020).

PAMEKASAN,- Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) mengadakan seminar Nasional untuk mengenang 40 tahun wafatnya KH Abdul Hamid Baqir. Jum'at (25/12/2020).

Seminar Nasional tersebut yang dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuwanyar di isi oleh sembilan pemateri.

Menurut wakil ketua Peradaban Zainuddin Syarif, bahwa kepemimpinan dan keteladan para pengasuh pesantren, telah berevolusi menjadi konstruksi nilai kepesantrenan yang senantiasa dieksternalisasikan ke dalam bangunan sistem dan struktur sosial pesantren lintas aspek.

Sehingga kata dia, dengan begitu diharapkan dapat memberi pengaruh signifikan terhadap jati diri dan pembentukan karakter santri. 

"Dalam kaitan ini, keteladanan dan kepemimpinan para pengasuh pesantren di Banyuanyar, dapat dibahasakan sebagai role model kepribadian yang sejauh ini tetap mengkristal dalam pendidikan pesantren dari masa ke masa," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, jika merujuk pada banyak studi terdahulu yang telah dilakukan oleh banyak penggiat akademisi, dimensi kepemimpinan dan keteladan para pengasuh pesantren di Banyuanyar bisa kita lacak di banyak kajian atau teks akademik. 

"Menariknya kepemimpinan dan keteladanan tersebut sesungguhnya sudah terbentuk sejak masa pengasuh generasi pertama, yakni ketika pesantren ini ada di bawah pimpinan Kyai Isbat,” tambahnya.

Dikatakannya, berdasarkan babakan sejarahnya, Kyai Isbat sendiri dikenal sebagai perintis berdirinya Pesantren Banyuanyar (1788-1868).

Pada masa ini, karakter kepemimpinan dan keteladanan Kyai Isbat selaku pengasuh Banyuanyar, ia tunjukkan melalui perilaku, sikap, dan sifatnya yang sangat wara,' tawaddhu' (renda hati), dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. 

"Berkenaan dengan ini, diceritakan bahwa ketika Kyai Isbat hendak mendirikan Pesantren Banyuanyar, Kyai Isbat mengawalinya dengan melakukan puasa satu tahun penuh. Menariknya, dalam puasanya ini Kyai Isbat meniatkannya bukan semata untuk dirinya sendiri, melainkan juga kepada pesantren dan para santri yang belajar di Banyuanyar," imbuhnya.

Dengan demikian, kata Zainuddin, menjelaskan jiwa kepemimpinan dan keteladanan Kyai Isbat kemudian berlanjut dan diwariskan kepada generasi-gerenasi setelahnya, Mulai dari R.KH. Abd Hamid, R. KH. H. Abd Majid. R.KH. Baidlawi, R.KH. Abd. Hamid Baqir, hingga pada periode kepengasuhan sekarang di bawah pimpinan R.KH. Muhammad Syamsul Arifin.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Mengenang 40 tahun Wafatnya KH Abdul Hamid Baqir, Peradaban Adakan Seminar Nasional

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT