Rabu, 26 Januari 2022
Pemerintahan

Meski Jauh Dari Kota, Warga Desa Bendung Jetis Tetap Divaksin dan Dapat Bantuan Sosial

profile
Andy

14 Juli 2021 17:43

64 dilihat
Meski Jauh Dari Kota, Warga Desa Bendung Jetis Tetap Divaksin dan Dapat Bantuan Sosial
Suparmi (70) warga Desa Bendung saat berkomunikasi dengan Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto.

MOJOKERTO - Meski jauh dari kota, warga Dusun Bantengan, Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto tetap mendapatkan vaksinasi, paket sembako, obat dan vitamin dari Polresta Mojokerto.

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan didampingi forkopimca Jetis dan PJU Polresta Mojokerto melaksanakan Kegiatan Vaksin Door To Door dan Pemberian Bansos Kepada Warga yang Terdampak Pelaksanaan PPKM Darurat di Dusun Bantengan, Desa Bendung RT 07 RW 02 Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto di Wilayah Hukum Polresta Mojokerto. Rabu (14/07/21) siang.

Kesadaran warga diempat kecamatan masih rendah terhadap vaksinasi, Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan pilih turun langsung dengan menaikki kendaraan Bhabinkamtibmas blusukan ke daerah-daerah terpencil dan pegunungan.

Kondisi kontur geografis Dusun Bantengan, Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang cukup terjal dengan jalan setapak. Hanya bisa dilewati pejalan kaki atau sepeda motor, tak membuat lulusan akpol 2001 ini patah semangat.

Dirinya bersama PJU dan perangkat setempat terus melanjutkan perjalanan sejauh lima kilometer dengan membawa kendaraan vaksin keliling lengkap dengan tenaga kesehatan, dan motor probiotik dari Polresta Mojokerto. Untuk melayani vaksinasi warga secara langsung, utamanya yang sudah lansia.

"Ya kita jadikan sarana olahraga saja, Pak Kapolsek juga sudah jarang olahraga ini tadi kan jadi sehat," ucapnya usai memastikan sejumlah warga di plosok utara sungai Mojokerto mendapatkan vaksin Sinovac gratis.

AKBP Rofiq sapaan akrabnya menyebut, dari hasil evaluasi percepatan vaksinasi masal saat ini. Ada empat kecamatan di wilayah hukum Polresta Mojokerto yang masih membutuhkan stimulus pelayanan publik.

"Sehingga kita upayakan sesuai dengan himbauan pemerintah pusat untuk mempercepat vaksinasi massal," jelasnya.

Dirinya menyebut usaha stimulus atau sosialisasi vaksinasi gratis sudah dilakukan dengan optimal pihaknya. Mulai dari menyiapkan gerai vaksin Polresta untuk warga di wilayah hukumnya.

Hingga mempermudah proses mendapatkan vaksin secara gratis, dengan menyediakan foto kopi Kartu Identitas Penduduk (KTP) saja masih banyak keengganan warga untuk datang.

"Kita siapkan gerai juga masih belum hadir, dipermudah prosesnya masih juga enggan datang. Jadi kita datang kerumah-rumah dan ada beberapa yang kita datangi ini pun masih menolak untuk dilaksanakan vaksin dengan alasan kesehatan, dan takut," ungkap Kapolresta Mojokerto.

Tim liputan mengunjugi rumah mbah Suparmi, 70 tahun yang enggan divaksin lantaran habis dilakukan operasi kanker, dan merasa sudah tua. Hingga wanita renta ini memilih menerima bantuan sembako dan suplemen tambahan saja. Seperti vitamin C, dan probiotik.

"Saya gak usah divaksin soalnya baru selesai operasi kanker payudara Pak, tapi alhamdulilah sudah disambangi dan dibantu diberi ini (sembako) juga obat-obatan, maturnuwun sak katah katahe kulo nyuwun kalih Allah diparingi amal lan diberkahi Allah SWT(terima kasih yang sebesar-besarnya, saya mintakan doa kepada Allah diberikan amal dan diberkahi oleh Allah SWT)," ucapnya lirih ke Kapolresta Mojokerto saat ditemui peliput.

Kapolresta pun tak bisa memaksakan hal tersebut, lalu memilih memberikan edukasi pentingnya prokes 5 M di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlanjut.

"Nggih mbah, jenengan makan-makanan yang sehat aja yah. Jangan lupa vitamin ini diminum, sama probiotiknya juga. Ada minyak kayu putih juga, sama dengan yang punya mbah punya, jangan lupa diusap-usapkan di maskernya," himbau Rofiq sembari membukakan bingkisan prokes untuk Mbah Suparmi di teras rumah.

"Kita akan tetap terus masif edukasi, sampaikan masyarakat terkait pentingnya prokes dan vaksin. Sebab targetnya dari 260.000 warga di empat kecamatan sudah harus tervaksin 70 sampai 80 persen," pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Meski Jauh Dari Kota, Warga Desa Bendung Jetis Tetap Divaksin dan Dapat Bantuan Sosial

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT