Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Miskomunikasi, Jenazah Covid-19 di Gresik Dikuburkan dengan Tangan Kosong

profile
Fitrotin

27 Juni 2021 20:37

70 dilihat
Miskomunikasi, Jenazah Covid-19 di Gresik Dikuburkan dengan Tangan Kosong
Prosesi pemakaman jenazah COVID-19 di TPU Tlogopojok

GRESIK - Insiden pemakaman jenazah Covid-19 terjadi saat proses pemakaman di TPU Tlogopojok, Gresik. Dimana jenazah yang terkonfirmasi positif COVID-19 ini terpaksa dikuburkan dengan tangan kosong, tanpa menggunakan peralatan seperti sekop dan lain - lain oleh pihak keluarga. 

Insiden ini berawal saat pemakaman jenazah Covid-19 perempuan bernama Romlah (59) beralamatkan di Jalan Gubernur Suryo 2B Gresik. Namun diduga ada miskomunikasi antara pengelola makam dengan pihak keluarga ahli waris, terkait aturan pemakaman jenazah Covid-19. 

Persoalan pemakaman jenazah ini berawal setelah pelaksanaan salat jenazah pada Minggu sore (27/6/2021) sksitat pukul 16.30 WIB. Dimana saat tim pemulasaran jenazah puskesmas menuju makam, namun tidak didapati peralatan penguburan makam, seperti cangkul, sekop, dan lainnya. 

Hal ini membuat salah satu keluarga almarhumah mencari-cari hingga ke kantor seketariat pengurus kawasan pemakaman, tetapi tetap tidak ditemukan. Alhasi

Akhirnya agar tidak menunda waktu karena kondisi mulai hujan deras, dengan terpaksa pihak keluarga almarhuma dibantu beberapa warga yang hadir menguburkan jenazah menggunakan tangan kosong tanpa alat bantu.

Keluarga mendatangi kantor seketariat lagi dibantu petugas kesehatan untuk konfirmasi perihal prosesi penguburan yang terkesan tidak sewajarnya, Sempat terjadi adu mulut antara pihak keluarga, petugas pemulasaran jenazah Puskesmas Nelayan dan Pengurus Kawasan Pemakaman.

Pengurus TPU Tlogopojok Suwito menyebutkan, pemakaman Covid-19 penguburannya hanya boleh dilaksanakan oleh orang yang menggunakan APD Prokes. Dimana itu merupakan tanggung jawab yang pakai APD Prokes, dan itu diluar ketentuan prosesi pemakaman yang biasanya.

"Jadi memang untuk penggalian liang lahat dari kami, tetapi untuk pengangkatan dan penguburan jenazah Covid-19 itu di luar kami,  karena harus menggunakan APD Prokes (protokol kesehatan), jika pihak keluarga mau menggunakan jasa para penggali dari kawasan makam Tlogopojok untuk mengangkat dan menguburkan Jenazah, ada biaya tambahan sebesar Rp 300 ribu per orang, jika 6 orang ya tinggal dikalikan saja," ujar Suwito, pada Minggu (27/6/2021). 

Sementara itu, pihak keluarga almarhumah Nurul menyayangkan keterangan yang disampaikan oleh pengurus TPU Tlogopojok. "Sebelumnya tidak ada pembicaraan pihak pengurus makam terkait persoalan tersebut. Alhasil ada prosesi yang terhambat dalam pemakaman sang ibunya," ungkap Nurul. 

Senada dengan petugas pemulasaran Puskesmas Nelayan yang menyesalkan adanya insiden miskomunikasi antara pengurus pemakaman dengan keluarga almarhumah pasien Covid-19. Akibat hal ini pihak keluarga ahli waris sempat memintai pertanggungjawaban, namun akhirnya setelah melalui pemahaman bisa ditemukan solusi. 

"Tugas kami hanya membantu terkait protokoler kesehatan pemakaman Covid-19, baik alat APD maupun penyemprotan Disinfektan, untuk ketentuan tambahan biaya penguburan dan lainnya itu diluar tanggung jawab kami," pungkasnya. 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Miskomunikasi, Jenazah Covid-19 di Gresik Dikuburkan dengan Tangan Kosong

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT