Sabtu, 22 Januari 2022
Pemerintahan

Mitigasi Potensi Tsunami, BMKG Adakan Sekolah Lapang Gempa di Pesisir Selatan Malang

profile
Avirista

08 Juni 2021 20:41

17 dilihat
Mitigasi Potensi Tsunami, BMKG Adakan Sekolah Lapang Gempa di Pesisir Selatan Malang
Sekolah lapang gempa diadakan BMKG dan Pemkab Malang

MALANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengadakan sekolah lapang gempa guna memitigasi dan mengedukasi masyarakat terkait potensi gempa bumi dan tsunami di pesisir selatan Kabupaten Malang. Kali ini BMKG memfokuskan sekolah lapang gempa bumi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Sekolah kegempaan lapangan ini diikuti sejumlah unsur tim penyelamat mulai dari BPBD, PMI, kepolisian, TNI, hingga relawan - relawan masyarakat, yang digelar di Balai Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Selasa dan Rabu (8-9/6/2021).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat membuka sekolah lapang gempa bumi mengatakan, sekolah ini menjadi bagian dari mitigasi bencana yang dilakukan oleh BMKG. Supaya masyarakat bisa menyelamatkan diri secara mandiri terlebih dahulu saat adanya bencana dengan skenario terburuk.

"Sekolah lapang gempa itu sudah menjadi program rutin di BMKG. Jadi sekolah lapangan gempa dan tsunami ini program tahunan di BMKG yang didukung oleh pemerintah daerah rawan," ujar Dwikorita, saat memberikan arahan di sekolah lapang gempa bumi, pada Selasa.

Di sekolah lapang gempa ini dijelaskan Dwikorita, masyarakat diajari bagaimana caranya menyelamatkan diri secara mandiri terlebih dahulu saat adanya gempa. Dimana potensi tsunami muncul rata - rata 20 menit pasca gempa. Dari sana disampaikan Dwikorita harapannya masyarakat bisa mengevakuasi diri terlebih dahulu.

"Belajar gempa di Palu menit ke-2, dan menit ke - 3 tsunami sudah datang, kalau dari BMKG pengumuman (data gempa dan kemungkinan potensi tsunami) lebih dari 5 menit. Kalau di selatan Jawa Timur paling cepat potensi tsunami 20 menit. Jadi warga diharapkan 1 atau 2 menit bisa langsung menjauh dari pantai, sedangkan menit 2 - 3 mencari tempat yang aman. Kalau di sini daerah amannya 21 meter dari (pantai)," ucap Dwikorita. 

Dirinya menegaskan sekolah lapang ini sifatnya ada sebagai kewaspadaan dan menyiapkan diri sebelum bencana terjadi. "Sekali lagi kami tegaskan ini bukan menakut - nakuti, tapi sekolah lapangan gempa ini sifatnya menyiapkan masyarakat kalau seandainya nanti terjadi," tegasnya.

Di sekolah lapang ini dikatakan Dwikorita, masyarakat bakal diajarkan bagaimana menyiapkan langkah usai terjadi gempa yang berpotensi tsunami, mulai dari bekal apa yang dibawa dan menyelamatkan diri kemana. Apalagi tadi pihaknya telah mencanangkan tas siaga bencana yang bisa dimanfaatkan warga.

"Sekolah lapang gempa bumi dalam upaya untuk menyiapkan itu semua. Masyarakat juga akan diberikan simulasi saat terjadi bencana gempa bumi," tuturnya.

Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Malang Didit Gatot Subroto menuturkan, pentingnya edukasi dan mitigasi bencana bagi warganya di pesisir selatan. Mengingat wilayah Malang pesisir selatan merupakan daerah rawan gempa dan tsunami.

"Ini memberikan pembelajaran atau edukasi kepada masyarakat di dalam rangka melakukan antisipasi terhadap kegempa bencana. Dengan harapan di saat ada proses gempa yang berdampak timbulnya tsunami, warga bisa melakukan antisipasi secara mandiri," terang dia.

"Kan ini kepentingannya, maka keberadaan sekolah lapang hari ini menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya, hal-hal yang sudah dilakukan oleh Pemda, yang dalam hal ini menjadi komandonya BPBD," pungkasnya. 
 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Mitigasi Potensi Tsunami, BMKG Adakan Sekolah Lapang Gempa di Pesisir Selatan Malang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT