Minggu, 23 Januari 2022
Hukum

Oknum ASN Disparbudpora Sumenep Terancam Diberhentikan Akibat Dugaan Kasus Penganiayaan

profile
Iruel

06 Februari 2021 09:40

110 dilihat
Oknum ASN Disparbudpora Sumenep Terancam Diberhentikan Akibat Dugaan Kasus Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (istimewa)

SUMENEP - Salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumenep, terancam diberhentikan lantaran diduga melakukan penganiayaan beberapa waktu lalu. Pemberian sanksi tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Abdul Madjid mengatakan, pemberian sanksi akan diberikan kepada semua ASN yang dinyatakan melanggar aturan. Sanksi ini juga berlaku ke oknum ASN yang saat ini terlibat aksi penganiayaan, dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian pada Jumat 5 Februari 2021 kemarin.

"Sanksi pemberhentian sementara bisa diberikan, jika dirinya telah menerima surat pemberitahuan resmi dari kepolisian setempat, bahwa yang bersangkutan sudah ditahan. Sebelum mendapatkan surat resmi dari kepolisian, maka proses tersebut belum bisa diberlakukan," ungkap Madjid pada Sabtu (6/2/2021).

Hingga saat ini pihaknya mengaku belum menerima pemberitahuan secara resmi dari Polres Sumenep. "Sampai saat ini saya belum menerima surat resmi dari kepolisian. Kalau sudah ada surat resmi, bisa diberhentikan sementara,"ujarnya.

Selain diberikan SK pemberhentian sementara, gaji yang akan diterima tersangka bakal dikurangi sebesar 50 persen. Lebih lanjut, Majid memaparkan apabila nanti keputusannya sudah dinyatakan inkrah, maka yang bersangkutan bisa jadi dipecat sebagai ASN jika proses hukumannya di tas 2 tahun.

"Kemungkinan bisa dipecat jika pises hukumnya di atas 2 tahun, tapi juga ada pertimbangan dan pertimbangan dulu," paparnya.

Akan tetapi kata Majid, jika kasus hukumnya adalah korupsi, tidak harus menunggu 2 tahun bisa langsung diberhentikan.

Selain pemberhentian sementara, lanjut  Madjid, gaji yang akan diterima tersangka bakal dikurangi. “Gaji hanya (terima) 50 persen,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum Aperatur Sipil Negara (ASN) ditahan oleh Polres Sumenep dikarenakan kasus yang menimpanya yakni melakukan penganiayaan kepada warga pada 13 Januari 2021 lalu di Perumahan Satelit Sumenep. Korban tersebut atas nama Alwi Bil Faqih langsung melapor ke Mapolres Sumenep.

Kemudian, korban langsung melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut dan kepolisian menetapkan tersangka pada 22 Januari 2021 lalu.

Kemudian pada Selasa (02/02/2021) sekitar pukul 11.00 WIB, tampak mobil Resmob Polres Sumenep berwarna hitam dop X 702-67 dan sejumlah anggota polisi keluar dari kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep.

Beberapa saat kemudian, Subiyakto yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga di Disparbudpora juga turut keluar bersama anggota polisi menggunakan mobil berbeda.

Terduga ini keluar mengenakan pakaian dinas harian (PDH) batik kembang mengendarai mobil hitam jenis Mercedes-Benz dengan nomor polisi L 1713 RJ membuntuti Mobil Resmob.

"Kan dia statusnya sudah tersangka, hari ini kita lakukan penjemputan, kita tangkap," ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti saat dikonfirmasi oleh media.

Wanita berparas cantik ini menambahkan bahwa yang bersangkutan saat ini sedang diamankan di Mapolres setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Sudah kami bawa, tinggal menindaklanjuti saja nanti," tuturnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Oknum ASN Disparbudpora Sumenep Terancam Diberhentikan Akibat Dugaan Kasus Penganiayaan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT