Minggu, 23 Januari 2022
Hukum

Oknum DPRD Jember Diduga Pukul Ketua RT Harus Siap Hadapi Dua Proses Sidang

profile
Avirista

03 Februari 2021 18:22

49 dilihat
Oknum DPRD Jember Diduga Pukul Ketua RT Harus Siap Hadapi Dua Proses Sidang
ilustrasi pemukulan (istimewa)

JEMBER - Imron Baihaqi oknum anggota Komisi C DPRD Jember terancam harus menghadapi proses hukum. Hal ini lantara ia diduga melakukan pemukulan terhadap Ketua RT di Perum Bernady Land, Kecamatan Patrang, Minggu malam (31/1/2021) kemarin.

Salah Seorang Pengamat Hukum Jember Karuniawan Nurahmansyah menyebut, sebagai konsekuensi sebagai anggota DPRD Jember maka terduga pelaku harus terlebih dahulu menghadapi sejumlah tahapan. Tahapan mulai kode etik profesi, proses internal di dewan, hingga berujung ke pengadilan pidana atas tindakan hukum yang diduga dilakukannya.

"Karena kasus penganiayaan ini masuk dalam delik aduan, maka tidak melihat subjeknya dengan profesi atau latar belakangnya. Saat korban melapor dan dibuktikan dengan visum yang telah dilakukan. Maka proses hukum akan terus berjalan," kata Karuniawan.,Rabu (3/1/2021).

Awan menjelaskan, terkait proses hukum yang dilakukan, akan dilakukan secara bertahap. Kemudian ada jabatan yang melekat sebagai anggota DPRD Jember. Nantinya ada dua persidangan yang akan dilakukan.

"Yakni persidangan kode etik, dan persidangan pidana atas kasus penganiayaan yang dilakukan, sidang mana dulu yang dijalani, sifatnya fleksibel. Bisa sidang kode etik dulu, juga bisa sidang pidananya," jelasnya.

Untuk proses menuju ke tahap persidangan, kata pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, nantinya akan berlangsung 3 bulan ke depan. "Prosesnya seperti itu, dan bertahap," sambung kata pria yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum Arief of Law (LBH AIL) ini.

Akan tetapi terkait proses hukum yang berjalan, bisa juga dihentikan dan mungkin dilanjutkan lewat proses lain.

"Pokok selama 3 bulan ini prosesnya, bisa saja korban mencabut laporannya. Sehingga dilanjutkan lewat jalur lain. Tapi yang saya tahu kan korban memaafkan, tapi proses hukum tetap berjalan. Ya nantinya kita lihat proses itu," katanya.

"Apalagi untuk proses hukum kasus penganiayaan, acuannya delik aduan. Yang tahapan itu sendiri sudah dilakukan korban," imbuhnya.

Kemudian terkait sidang kode etik yang nantinya akan dijalani pelaku. Karena jabatannya sebagai anggota dewan.

"Kalau itu nantinya internal dari DPRD Jember, untuk prosesnya seperti apa. Saya tidak tahu itu, mungkin bisa dikonfirmasi ke DPRD sana. Dari kacamata hukum ya seperti yang sudah saya jelaskan," bebernya.

Terpisah, Korban pemukulan Dodik Wahyu Rianto saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, pihaknya memaafkan atas tindakan tercela yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Jember itu.

"Namun demikian untuk proses hukum terkait kasus ini, saya berharap dapat lanjut dan saya minta keadilan," kata Rianto.

Saat ini terkait kejadian yang dialaminya itu, Rianto mengatakan, proses penyelidikan dari pihak kepolisian masih berlangsung.

"Untuk perkembangannya tadi pra rekontruksi. Pihak kepolisian datang ke TKP, dan tadi malam juga tadi saya tanya (tentang surat hasil visum)," katanya.

"Disampaikan, untuk surat visum, katanya Polsek belum keluar. Hari ini, sama Polsek mau di tanyakan ke pihak RSD Soebandi," sambungnya.

Ditanya lebih jauh, apakah sudah ada niat baik dari pelaku untuk menemui atau minta maaf secara langsung. Ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut.  (Rochul)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Oknum DPRD Jember Diduga Pukul Ketua RT Harus Siap Hadapi Dua Proses Sidang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT