Kamis, 27 Januari 2022
Pendidikan

Pasien Covid-19 di Mojokerto Diklaim Turun, Pembelajaran Tatap Muka akan Dibuka

profile
Andy

22 Februari 2021 20:23

810 dilihat
Pasien Covid-19 di Mojokerto Diklaim Turun, Pembelajaran Tatap Muka akan Dibuka
Wali Kota Mojokerto Ika Puspisari (Humas Pemkot Mojokerto / istimewa)

KOTA MOJOKERTO - Pembelajaran tatap muka direncanakan akan segera dilakukan seiring angka penurunan pasien Covid-19 di Kota Mojokerto. Hal ini disampaikan oleh  Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada Senin sore (22/2/2021), di Rumah Rakyat.

"Seperti yang kita ketahui. Selama ini kota mojokerto telah menerapkan sistem pembelajaran secara daring untuk mengurangi jumlah resiko keterpaparan," kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Pembukaan pembelajaran tatap muka ini direncanakan setelah melihat perkembangan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang mulai berkurang. Hal ini tampak dari dari peta digital di website covid19.mojokertokota.go.id, yang menunjukkan wilayah Kota Mojokerto, telah berada di zona kuning dan sebagian hijau. 

"Untuk itu, saya selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto, memutuskan untuk memberlakukan kembali sistem pembelajaran secara tatap muka di tingkat SD dan SMP, yang akan dimulai pada hari Senin (01/03/2021), secara terbatas dan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat," sambungnya.

Lebih lanjut Ning Ita menyebutkan, jumlah total siswa SD yang yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas adalah sebanyak 12.314 siswa, sedangkan SMP sebanyak 8.362 siswa.

"Keputusan ini berdasarkan surat persetujuan Wali Kota, atas surat kepala dinas pendidikan dan kebudayaan nomor 420/301/471.501/2021 tanggal 16 Februari 2021, tentang permohonan izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka jenjang SD dan SMP. Hal ini juga memperhatikan SKB 4 menteri nomor 04/KB/2020, nomor 737 tahun 2020 nomor K.01.08/menkes/7093/2020, nomor 420-3987 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020-2021 di masa pandemi covid sembilan belas dimana disebutkan agar dinas pendidikan provinsi, kabupaten, maupun kota untuk menyiapkan rencana pembelajaran tatap muka atau kelas klasikal secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan," jelas orang nomor satu di kota onde-onde ini.

Masih menurut Ning Ita, ada lima ketentuan pembelajaran tatap muka ini, akan dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut dengan tetap menjaga jarak satu siswa dengan siswa lainnya. Ning Ita, juga menyebut bila ada murid yang dalam kondisi tak sehat juga tak boleh mengikuti pembelajaran tatap muka sampai kondisinya sehat.sampai kondisinya sehat kembali.

"Kami juga akan memperhatikan sarana dan prasarana protokol kesehatan seperti memastikan ketersediaan tempat cuci tangan yang memadai, memastikan jumlah ketersediaan masker 3 lapis untuk siswa dan tenaga pendidik;,memastikan tersedianya thermo gun; serta memastikan ketersediaan sekat di masing-masing bangku yang akan digunakan oleh siswa," terangnya

Ning Ita melanjutkan, seluruh siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, tentunya harus mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali terlebih dahulu. Hal ini demi kepentingan psikologis dan kesiapan bersama.

"Tenaga pendidik juga sudah diusulkan untuk mendapatkan prioritas vaksin pada akhir bulan ini, agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan nyaman," tuturnya.

"Penerapan KBM nantinya akan berjalan dengan sistem blended learning yakni perpaduan antara KBM tatap muka dan KBM daring, sampai pelaksanaan pendidikan di kota mojokerto berangsur normal kembali," pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pasien Covid-19 di Mojokerto Diklaim Turun, Pembelajaran Tatap Muka akan Dibuka

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT