Sabtu, 22 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Pasien Meninggal Karena Covid-19 Tidak Mendapatkan Santunan Rp 15 Juta

profile
Admin

11 Januari 2021 16:36

169 dilihat
Pasien Meninggal Karena Covid-19 Tidak Mendapatkan Santunan Rp 15 Juta
Ilustrasi (Foto: dok suarajatimpost.com)

LUMAJANG - Menyoal pemberian uang santunan pasien meninggal karena Covid-19 yang menjadi perdebatan dalam Grup WhatSapp (WAG), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius mengatakan kalau hal tersebut tidak ada santunan dan dasar hukumnya juga tidak ada.

"Tidak ada santunan mas. Sebab belum ada aturan yang turun dan yang pernah saya baca, meninggal dari golongan warga miskin atau rentan dan itu harus diusulkan Dinas Sosial (Dinsos)," jawabnya kepada media ini.

Dan itupun juga kata dr Bayu, perlu adanya verifikasi yang betul-betul dari warga miskin. Jadi tidak semua, yang jelas kata dr Bayu, info tersebut tidak ada di Kemenkes.

"Saya baca juga di google, juga tidak ada surat atau petunjuk resmi. Dan itu yang saya tahu mas, ngapunten," paparnya lagi.

Kadinkes juga menyampaikan kalau memang miskin bisa diajukan lewat Dinsos, dalam bentuk bansos.

"Bisa ditanyakan langsung Dinas Sosial yang lebih tahu," tambahnya.

Dari informasi yang diperoleh awak media dari media online bahwa Pemerintah akan memberikan uang santunan kepada warga yang meninggal akibat Covid-19, yang besarannya Rp. 15 juta per jiwa.

Uang santunan tersebut diberikan kepada ahli waris dari korban Covid-19 yang meninggal dunia.

Hal ini sudah sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Sosial (SE Kemensos) RI Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020, tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19.

Ada beberapa syarat yang harus dilengkapi sebelum mengajukan permohonan santunan kematian ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lumajang.

Berikut syarat untuk mendapatkan santunan kematian Covid-19:

1. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) korban dan ahli waris

2. Fotokopi KTP korban dan ahli waris

3. Fotokopi Surat Keterangan meninggal dunia dari Rumah Sakit atau Puskesmas (legalisir) atau kutipan Akte Kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (legalisir).

4. Surat Keterangan bahwa korban meninggal terinfeksi Covid-19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang.

5. Fotokopi Surat Keterangan ahli waris sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku (legalisir).

6. Surat Pernyataan yang menunjuk ahli waris yang menerima santunan kematian, ditandatangani oleh seluruh ahli waris di atas materai dan dilampiri fotokopi KTP seluruh ahli waris.

7. Fotokopi rekening buku tabungan yang masih aktif atas nama ahli waris (nama buku rekening sesuai dengan Surat Keterangan ahli waris).

Mekanisme pengajuan santunan kematian Covid-19:

1. Warga melengkapi berkas sesuai syarat yang tertera

2. Berkas diantarkan ke Dinsos Kabupaten Lumajang, sesuai lokasi terkonfirmasi korban meninggal.

3. Dinsos Kabupaten Lumajang, melakukan verifikasi dan validasi dokumen usulan warga berdasarkan data yang disampaikan oleh Dinkes Kabupaten Lumajang.

4. Dinsos Kabupaten Lumajang mengajukan usulan nama-nama warga yang memenuhi persyaratan kepada Dinsos Propinsi Jawa Timur dengan tembusan Bupati Lumajang dan Dirjen Linjamsos Kemensos RI

5. Dinsos Propinsi Jawa Timur melakukan verifikasi usulan dari Dinsos Kabupaten Lumajang untuk diusulkan ke Linjamsos Kemensos RI.

6. Usulan diverifikasi dan divalidasi oleh Dirjen Kemensos RI.

7. Jika data usulan sudah benar dan lengkap, santunan akan ditransfer melalui rekening ahli waris.

Selain berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan BencanaΒ (BNPB) Nomor 9A Tahun 2020 Tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona Di Indonesia Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Lumajang, Dewi Susiyanti kepada media ini mengatakan kalau pihaknya sudah mengusulkan sejumlah pasien konfirm yang meninggal dunia sebanyak 66 jiwa.

"Tapi sampai belum ada realisasi dari Kemensos. Dinsos Propinsi pun juga sudah mencoba untuk menanyakan hal tersebut ke pusat," jelasnya.

Kepala Dinsos menerangkan bahwa yang mendapatkan santunan mereka yang meninggal karena Covid-19 dengan keterangan dari RS / Dinkes.

"Tidak semua yang meninggal mengajukan santunan karena Covid-19 tersebut, dan data terbanyak dari Kecamatan Kota," pungkasnya. (Fuad)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pasien Meninggal Karena Covid-19 Tidak Mendapatkan Santunan Rp 15 Juta

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT