Minggu, 23 Januari 2022
Ekonomi

PDRB Dinas Pertanian Sidoarjo Disebut Gus Muhdlor Rendah

profile
Krisna

16 Juni 2021 03:57

432 dilihat
PDRB Dinas Pertanian Sidoarjo Disebut Gus Muhdlor Rendah

SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyebu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari Dinas Pertanian masih cenderung rendah dengan nilai rata-rata dibawah sektor atau bidang lainnya.

Dalam acara penguatan sektor pertanian dan perikanan, Selasa malam (15/06/2021). Ia menyatakan bahwa ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Sidoarjo untuk mendorong Dinas Pertanian Sidoarjo lebih meningkatkan PDRB kedepannya.

“PDRB dari Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo masih tergolong rendah dengan nilai PDRB sebesar 2,8 persen. Nah, ini yang kedepan menjadi PR bagi Dinas Pertanian dan Pemkab Sidoarjo tentunya untuk lebih mendorong dan meningkatkan PDRB kedepannya,” ujar Gus Muhdlor, sapaan akrabnya.

Gus Muhdlor menambahkan, jika dalam mewujudkan kemandirian pangan yang ada di Sidoarjo, minimal warga atau masyarakat Kabupaten Sidoarjo harus menjadi tuan di daerahnya sendiri. Ia mencatat masih banyak masyarakat Sidoarjo yang tidak ingin lagi menggarap tanah produktifnya dan lebih memilih untuk menjualnya.

“Ini yang jadi PR bagi kita juga, kemandirian pangan dapat terwujud minimal ketika kita bisa menjadi tuan di tanah kita sendiri. Masih banyak lahan pertanian aktif yang biasanya 3 kali panen dalam setahun kini hanya 1 kali panen, dan tidak sedikit juga yang memilih menjual tanahnya untuk landasan ketimbang menggarapnya sendiri,” Tambah Gus Muhdlor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sidoarjo Eni Rustianingsih menjelaskan, bahwa rendahnya PDRB dari sektor pertanian dan perikanan menjadi kecil nilainya, ketika disandingkan dengan sektor industri. Eni mengatakan bahwa dalam PDRB harus dilihat dua sisi dalam mahzab ekonomi.

“Jadi PDRB itu adalah jumlah dari entitas hasil produsi dikalikan rupiah harga. Jika dikatakan 2,8 persen adalah rendah, karena memang madzhab ekonomi yang dianut oleh statistik adalah 2 yakni perekonomian primer dan sekunder. Perekonomian primer itu pertanian, perikanan, perkebunan sedangkan sekunder meliputi industri dan pengolahan,” Terang Eni Rustianingsih.

Lebih lanjut, Eni memaparkan bahwa penilaian secara akumulatif angka yang dapat dilihat dari PDRB, memang Dinas Pertanian kecil. Namun ia menegaskan bahwa perekonomian di Sidoarjo yang meliputi sektor Pertanian, Perikanan, Perkebunan menjadi pendorong bagi sektor industri dan beberapa sektor yang lain.

“Hal seperti ini, kalau dilihat dari kontribusi dalam regional Sidoarjo, Pertanian memang kecil tapi perlu diingat karena hasil produksi pertanian, perikanan, perkebunan, dan pertenakan itu menjadi bahan olahan pendorong sekrot lain yang mana di Sidoarjo sendiri hampir menuju 60 persen itu kan UMKM dan Industri, Jadi kontribusi 2,8 persen itu yang menukik atau mendorong dari UMKM tersebut," tukasnya. (Tam)

Tags
Anda Sedang Membaca:

PDRB Dinas Pertanian Sidoarjo Disebut Gus Muhdlor Rendah

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT