Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Pembagian Bantuan Usaha di Sidoarjo Membludak hingga Melanggar Protokol Kesehatan

profile
Krisna

23 April 2021 11:09

1.4k dilihat
Pembagian Bantuan Usaha di Sidoarjo Membludak hingga Melanggar Protokol Kesehatan
Antrian penerima bantuan usaha membludak

SIDOARJO - Antrian pendaftaran BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo membludak dan tak mengindahkan Protokol kesehatan (Proses). 

Antrian yang sudah terlihat sejak pukul 06.00 WIB Jumat (23/4/2021) membludak dan mengakibatkan para pendaftar berdesakan hingga melanggar protokol kesehatan mengekor hingga depan kantor Perusahaan Gas Negara (PGN) Kabupaten Sidoarjo. 

Menurut Rully warga Urangagung, ia sudah mengantri sejak pukul 06.00 WIB namun antrian sudah membludak didepan pintu masuk ruangan dan ia berharap loket pelayanan ditambah lagi.

"Saya sudah mengantri mulai jam 6 pagi saya kira masih sepi tapi ternyata sudah ramai dan berdesakan. Seharusnya buka lebih pagi karena ini hari jumat dan pelayanannya ditambah lagi tadi saya masuk hanya ada 10 loket saja untuk pelayanannya," ujar pemilik usaha catering tersebut.

M. Mahfud salah satu petugas dari dinas koperasi ia terlihat berteriak menghimbau kepada seluruh warga agar mentaati peraturan yg sudah ada, pihak dinas koperasi juga sudah menempel selebaran pentunjuk di depan pintu masuk ruangan untuk membantu para pengantri.

Kerumunan para pendaftar BPUM di Dinas Koperasi Sidoarjo

"Kepada seluruh pemohon harap membaca peraturan yang sudah tertempel didepan, ini bukan hiasan ini petunjuk anda agar tidak bolak balik lagi,"

Kepala Dinas Koperasi UMKM Sidoarjo, Muhammad Edi Kurniadi menjelaskan banyaknya masyarakat yang masih bingung dengan alur dan belum dilengkapinya berkas menjadi penyebab antrian yang membludak pagi ini.

β€œKami menyadari animo masyarakat terkait pengajuan BPUM ini sangat besar. Namun banyak dari masyarakat yang masih belum mengetahui secara rinci apa saja yang harus dilengkapi. Banyak berkas yang kami kembalikan dikarenakan ada berkas yang kurang lengkap atau berkas yang tidak sesuai syarat aturan yang berlaku,” Ujar M. Edi Kurniadi saat dikonfirmasi Suarajatimpost.com Jumat (23/4/2021).

Tidak hanya itu, Edi juga menambahkan bahwa berkas pengajuan yang masuk di Dinas Koperasi Kabupaten Sidoarjo hingga hari ini sudah mencapai sekitar 30.000 lebih berkas, sedangkan data yang sudah terverifikasi sekitar 10.000 berkas.

β€œBatas pengumpulan berkas sesuai aturan pemerintah adalah tanggal 27 April 2021. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memverifikasi semua berkas. Dan yang perlu dicatat adalah Dinas Koperasi UMKM Sidoarjo hanya melakukan pemberkasan dan verifikasi, bukan menentukan dapat atau tidak dapatnya seseorang itu menerima bantuan. Yang memutuskan semuanya pusat jadi di daerah hanya berkas dan verifikasi setelah itu kami setorkan,” ujarnya.

Edi memastikan bahwa bantuan BPUM tahap II ini ditujukan khusus untuk para pelaku usaha mikro yang usahanya sudah terdaftar. Hal tersebut bisa dibuktikan berupa Surat Keterangan Usaha (SKU) yang masih aktif namun bisa juga dengan melakukan pendaftaran usaha mikronya melalui kelurahan. Ia juga menekankan bahwa BPUM ini bukan bertujuan untuk menjadikan masyarakat menjadi pelaku usaha mikro. (Kris)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pembagian Bantuan Usaha di Sidoarjo Membludak hingga Melanggar Protokol Kesehatan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT