Rabu, 19 Januari 2022
Pemerintahan

Pemkab Malang Andalkan Inovasi UKM Flash Dalam Ajang Kovablik se- Jawa Timur

profile
Senopati

05 Oktober 2021 20:37

50 dilihat
Pemkab Malang Andalkan Inovasi UKM Flash Dalam Ajang Kovablik se- Jawa Timur
Kegiatan posyandu di Puskesmas Ampelgading Malang

MALANG - Inovasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) flash yang dimiliki dinas kesehatan bakal jadi andalan Kabupaten Malang untuk kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se Jawa Timur tahun 2021.

Saat ini program Flash tengah dikembangkan di wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), drg Arbani Mukti Wibowo, pengembangan inovasi pelayanan UKM Flash yang bermakna Abundang (keberlimpahan), Velocity (kecepatan) dan Enlighmemt (pencerahan) yang saat ini dikembangkan di wilayah Ampelgading,

"Nantinya Inovasi ini bisa membuat sistem Difusi yang terintegrasi. Difusi inovasi terintegarasi tersebut meliputi Peningkatan akses pemberdayaan masyarakat melalui health cadre ( Kader kesehatan). Melalui pelatihan, mentoring dan pendampingan menggunakan pendekatan metode PBL ( Problem Base Learning) pendekatan pelatihan berbasis masalah," kata Arbani saat dihubungi awak media, Selasa  (5/10/2021).

Arbani optimis, lewat inovasi UKM Flash yang tengah dikembangkan tersebut, Kabupaten Malang mampu menembus 15 besar Kovablik 2021, serta akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Malang khususnya Dinas Kesehatan jika inovasi yang dikembangkan tersebut bisa menjadi bagian aset Pemprov Jatim.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ampelgading dr.Rahma, selain difusi inovasi terintegarasi, juga ada program Peningkatan akses pemberdadibidang yakni upaya mengembangkan platform Digital untuk quick respon dan pelaporan kasus, 

"Jadi untuk melihat keduanya, perlu ada skala priortitas yang di titik beratkan pada 4 program kesehatan diantaranya peningkatan cakupan pasangan usia subur 4T keluarga berencana, Peningkatan cakupan ANC (pemeriksaan kehamilan), terpadu kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta penurunan kasus kekurangan gizi bagi  balita," jelas dr. Rahma.

Implementasi inovasi tersebut diharapkan mempercepat  penemuan kasus, lantaran menggunakan perpanjangan sistem jejaring kader di desa., "Saat ini jumlah kader di 13 desa di Kecamatan Amplegading sendiri sejumlah 360 Kader yang  terintegrasi dengan 26 PPD di kecamatan Ampelgading," dr. Rasma.

Untuk Balita Gizi Kurang, lewat inovasi yang dikembangkan,  ada progres peningkatan , di tahun 2018, dari 3.446  jumlah balita , 204 balita dinyatakan berstatus  balita gizi kurang atau sekitar 5,91 persen.

"Sedangkan di tahun 2019, dari 2.761 balita yang tertimbang ada 146 balita berstatus  gizi kurang, dan di  tahun 2020, dari balita tertimbang sejumlah   3.147, terdapat 116 balita gizi kurang atau 3,68persen,"pungkasnya. (nes)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pemkab Malang Andalkan Inovasi UKM Flash Dalam Ajang Kovablik se- Jawa Timur

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT