Rabu, 19 Januari 2022
Ekonomi

Pemkot Mojokerto Gencarkan Pembuatan Obat Herbal untuk Tingkatkan Ekonomi Warga

profile
Andy

06 September 2021 18:11

75 dilihat
Pemkot Mojokerto Gencarkan Pembuatan Obat Herbal untuk Tingkatkan Ekonomi Warga
Pelatihan pembuatan jamu di Kota Mojokerto

KOTA MOJOKERTO - Pelatihan pembuatan jamu kepada warga dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto. Pelatihan inkubasi wirausaha Jamu Instan dan Cair di gedung Raw Material Jalan Raya Cinde, Senin (6/9/2021) pagi.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan, inkubasi ini mendorong munculnya para wirausaha UKM baru yang ada di kota Mojokerto. Seperti diketahui bersama, saaat pandemi ini banyak sekali orang-orang yang semula bekerja di pabrik-pabrik kemudian harus diphk.

"Sejak tahun 2020 jumlahnya sudah ratusan yang diberikan pelatihan dan dimapingi oleh pemerintah kota (pemkot) Mojokerto, yang akhirnya juga menjadi wirausaha. Disamping gedung ini, ada tempat pembuatan masker, itu adalah wirausaha baru yang dilatih oleh pemkot Mojokerto di tempat ini sejak tahun 2020 lalu, dan akhirnya masker ini sudah dijual ke mana-mana bahkan sudah diekspor," ungkap Ning Ita, sapaan Wali Kota Mojokerto.

Lebih lanjut dikatakannya, ini adalah hasil pendampingan kami, pemkot Mojokerto saat pandemi. Menyewa tempat sebelah gedung ini, awalnya dilatih di tempat ini, dengan melibatkan banyak orang yang adalah pekerja alas kaki. Awal tahu 2020 tidak dapat produksi, di Jakarta PSBB, luar Jawa PSBB, Pasar Turi.

"Wirausahanya tutup, maka pekerjanya pun tidak dapat bekerja lagi. Kita latih di tempat ini, tak hanya masker namun juga APD yang dipakai tenaga kesehatan (nakes), dan hand sanitizer. Alhamdulilah yang bisa menjadi komoditas ekspor adalah maskernya. Dengan cerita ini, kita jangan berkecil hati, sudah ada contoh nyata. Orang yang mau istikamah (istiqomah) mau dilatih dan didampingi ya bisa sukses. Allah SWT ini mendatangkan permasalah pasti satu paket dengan solusinya," ungkapnya dalam memotivasi warga yang mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, Ani Wijaya menyampaikan pelatihan wirausaha ini merupakan keseriusan pemkot Mojokerto untuk melakukan pemulihan ekonomi khususnya bagi warga yang terdampak.

"Pada tahun 2020, bapak ibu semua sudah didata, minatnya apa dan tahun ini kita akan mewujudkan pelatihan dan pendampingan selama 6 bulan, yakni di bidang jamu instan dan cair. Kegiatan ini didanai dari Perubahan APBD tahun 2021, kami mohon ijin bu Wali, kita curi start. Jadi pada hari ini kita mengumpulkan warga di empat titik, yang pertama di sini, nanti selama 4 hari, kemudian di gedung rest area ada pelatihan untuk aksesoris, di gedung aula diknas ada pelatihan untuk duta koperasi, kemudian di aula Diskopukmperindag kita sedang menerima Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap 4," jelas Ani Wijaya.

Lebih lanjut dikatakannya, hari ini nanti langsung praktek. Awalnya pelatihan ini tidak didesain lesehan, namun karena pertimbangan uang sewa kursi kalau dikumpulkan sekali pelatihan bisa dibuat beli kursi. Kalau beli, bisa dibuat setiap pelatihan dan pendampingan seterusnya.

"Ibu Wali Kota akan memberikan peralatan dan perlengkapan untuk bapak ibu semua yang dianggarkan di kelurahan. Ada 166 orang yang mengikuti pelatihan inkubasi ini, dimana dibagi dalam empat hari ke depan. Materi pelatihan yang diberikan meliputi 21 macam jamu," ujar Ani.

"Yakni kunyit instan, kunyit putih, jahe merah instan, temulawak instan, jahe emprit instan, sirup jahe merah, sirup kunir asem, sirup temulawak, temulawak segar, temulawak jeruk nipis (jeni), kuntas, jahe sereh, jahe kelor, wedang uwuh, wedang pokak, kunyit wuluh (kuwuh), sinom, kunir asem, jahe merah secang sereh, lemon tea jahe merah dan jamu corona," pungkasnya. (Adv)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pemkot Mojokerto Gencarkan Pembuatan Obat Herbal untuk Tingkatkan Ekonomi Warga

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT