Sabtu, 22 Januari 2022
Pemerintahan

Pengakuan Ketua Ponpes Penerima Bansos PIP di Pamekasan Mengejutkan

profile
Faisol

29 Januari 2021 11:23

151 dilihat
Pengakuan Ketua Ponpes Penerima Bansos PIP di Pamekasan Mengejutkan

PAMEKASAN - Ketua Pondok Pesantren (Ponpes) Nurus Sholihin mengakui kedekatannya dengan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Pamekasan, Kusmanto.

Melalui kedekatan itu, Mashudi diduga kuat menerima bantuan sosial (Bansos) Program Indonesia Pintar (PIP) Ponpes meski diketahui yayasan tersebut tidak mempunyai santri mukim.

Sebelum mengajukan permohonan bansos PIP Ponpes, Mashudi terlebih dahulu menyampaikan bahwa yayasannya tidak ada santri mukim. Akan tetapi, dirinya dipaksa untuk mengajukan proposal permohonan.

"Tidak ada santri mukim. Cuma sekolah madrasah langsung pulang," kata Ketua Ponpes Nurus Sholihin, Mashudi saat dimintai keterangan di rumahnya.

Seusai pengajuan permohonan bansos PIP Ponpes masuk ke Kemenag, kata Mashudi, yang menyurvei langsung ke lokasi Kasi PD Pontren Kemenag Pamekasan, Kusmanto.

"Bapak Kusmanto yang menyurvei ke lokasi langsung. Setelah itu kami menerima (bantuan PIP Ponpes)," terangnya.

Mashudi menyebut bahwa terlepas dari tugas kantor, Kusmanto sering ke Ponpes-nya yang berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. "Bapak Kusmanto sering kok ke sini," terangnya.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa tidak ada fee masuk ke Kasi PD Pontren Kemenag. Hanya saja, berupa jasa. "Tidak ada fee. Cuma jasa," bebernya.

Kedatangan sejumlah awak media ke rumahnya Mashudi curiga lantaran takut modusnya diketahui. Oleh karena itu, Mashudi ngotot meminta siapa yang memberikan info tersebut.

"Pasti ada yang menyuruh ke sini sampean ini. Saya takutnya yang menginfokan memberi informasi yang aneh-aneh gitu," tukasnya.

Sementara itu, Kasi PD Pontren Kemenag Pamekasan Kusmanto berdalih punya kedekatan dengan Ketua Ponpes Nurus Sholihin.

Menurutnya, dirinya sering ke Ponpes Nurus Sholihin lantaran diundang untuk menghadiri acara.

"Tidak pernah ke sana saya, tidak kenal. Oh, kalo sering ke sana itu karena saya diundang," dalihnya.

Kusmanto memastikan bahwa dirinya tidak pernah meminta fee di lapangan sewaktu membantu segala macam permohonan bansos.

"Saya sekarang difitnah, sebenarnya tidak ada karena itu semuanya untuk santri. Nanti kita cek," terangnya.

Ia menyebut bahwa Ponpes Nurus Sholihin kebagian jatah 60 santri penerima bansos PIP Ponpes, sejak 2019-2020. Rinciannya, 40 untuk ulya dan 20 untuk wusto.

"Untuk ulya dananya Rp 450 per santri dan wusto Rp 750 per santri. Sejak 2019 sampai 2020 kemaren," tegasnya.

Ditanya perihal by name by addres penerima bansos PIP Ponpes di Nurus Sholihin, Kusmanto enggan membeberkannya.

"Untuk nama penerima tidak boleh mas, polisi minta pun tidak ada dikasih," kilahnya.

Terkait survei Ponpes Nurus Sholihin, Kusmanto mengaku bukan dirinya, melainkan ada stafnya yang bertugas menyurvei lokasi. "Bukan saya," dalihnya. Padahal sebelumnya Mashudi mengaku bahwa Kusmanto yang menyurvei.

Perihal pengawas Kemenag terkait bansos Program Indonesia Pintar, dia mengaku tidak ada pengawasan khusus dari Kemenag. Sebab hal itu tidak diatur.

"Tidak ada pengawasan. Cuma bentuk pelaporan (dari pondok pesantren)," tukasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pengakuan Ketua Ponpes Penerima Bansos PIP di Pamekasan Mengejutkan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT