Minggu, 23 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Pengasuh Ponpes di Mojokerto Tegas Tolak Keras Penggunaan Vaksin Astrazeneca ke Umat Muslim

profile
Andy

28 Maret 2021 09:35

163 dilihat
Pengasuh Ponpes di Mojokerto Tegas Tolak Keras Penggunaan Vaksin Astrazeneca ke Umat Muslim
Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto

MOJOKERTO - Vaksin Astrazeneca ditolak keras digunakan oleh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto. Penolakan keras disampaikan lantaran vaksin tersebut mengandung unsur babi yang haram diberikan ke umat islam.

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH. Asep Saifuddin Chalim menyatakan, penggunaan vaksin astrazeneca yang mengandung unsur babi disebutnya haram. Ia pun bertolakbelakang dengan pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang menyebut vaksin astrazaneca halal. Dia menilai fatwa tersebut salah karena hanya menggunakan alasan istihalah atau perubahan bentuk dan ihlak atau penghancuran. MUI Jatim yakin tripsin pankreas babi yang digunakan dalam produksi vaksin Astrazeneca tidak lagi menjadi najis karena sudah berubah bentuk.

"Istihalah di situ disamakan dengan Ihlak, penghancuran, tidak ada nilai-nilai babinya. Istihalah dan ihlak tertangkal oleh Intifak, yaitu bisa menjadi vaksin sebab ada (tripsin) pankreas babinya. Intifak itu bukti yang tidak bisa dihilangkan. Buktinya apa? Jadi vaksin. Tanpa ada pankreas babinya tidak akan jadi vaksin. Keharaman intifak, baru pada pemikiran saja sudah haram, apalagi sudah ada realisasinya," ucap Kyai Asep kepada awak media, pada Sabtu (27/3/2021).

Menurutnya, ada banyak vaksin yang bisa digunakan saat ini mulai dari yang sudah ada yakni vaksin Sinovac, yang dianggap mencukupi. Apalagi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat bisa meminalisir banyaknya korban jiwa akibat Covid-19.

"Ya menunggu (kedatangan vaksin) lagi, 3 - 4 bulan lagi, satu tahun lagi, nggak akan mati. Kalau bukan darurat ya haram namanya. Haram tapi boleh dipakai, daruratnya hilang tinggal haramnya," tegasnya. 

Menurutnya jika memang vaksin astrazeneca tetap akan digunakan di Indonesia, maka ia meminta dengan tegas pemerintah untuk mendistribusikan ke daerah - daerah non-muslim. Bukan ke daerah - daerah muslim seperti Jawa Timur, apalagi digunakan untuk penyuntikan ke tokoh ulama islam dan pondok pesantren.

"Saya sampaikan agar digunakan di daerah - daerah non muslim, yang tidak mempermasalahkan terhadap tubuhnya kemasukan unsur - unsur babi. Segera vaksin astrazeneca didistribusikan ke daerah - daerah non muslim, karena mereka tidak mempermasalahkan. Untuk daerah yang muslim seperti Jawa Timur apalagi pondok pesantren. Itu yang harus mendatangkan lagi, bukan yang vaksin astrazaneca itu, vaksin sinovac misalnya, monggo. Saya mendukung programnya Bu Khofifah memvaksinasi saat Ramadhan, tapi jangan dengan astrazeneca," tegasnya.

Sebagai informasi vaksin astrazeneca sebanyak 1,1 juta dosis digunakan pemerintah untuk menanggulangi COVID-19. Vaksin asal Inggris ini rencananya didistribusikan ke Jakarta, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Sulawesi Utara. 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pengasuh Ponpes di Mojokerto Tegas Tolak Keras Penggunaan Vaksin Astrazeneca ke Umat Muslim

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT