Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Nasional

Pengembalian Dana Haji, Kemenag Sidoarjo : Hanya Uang Pelunasan

profile
Krisna

22 Juni 2021 17:01

491 dilihat
Pengembalian Dana Haji, Kemenag Sidoarjo : Hanya Uang Pelunasan
Jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci pada tahun 2017.

SIDOARJO - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo ingatkan jamaah terkait refund atau pengembalian Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) diperuntukkan untuk uang pelunasan, bukan refund untuk setoran awal. Jumat (22/06/2021).

Saat dikonfirmasi suarajatimpost.com, terkait simpang siur pengembalian biaya untuk jemaah haji yang gagal berangkat pada tahun ini, Kemenag Sidoarjo akhirnya angkat bicara.

Staf Kemenag Sidoarjo divisi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Hamim Tohari memaparkan bahwa pengembalian biaya haji yang termasuk dalam BPIH dapat sewaktu-waktu diambil oleh jemaah dengan pengajuan pembatalan.

“Pengembalian biaya atas pembatalan haji tersebut bisa diajukan dan bisa dicairkan dengan tetap melalui mekanisme pengajuan ke Kemenag Sidoarjo. Jadi yang dapat ditarik dan dikembalikan itu Uang Pelunasannya sebesar Rp12,5 Juta bukan uang setoran awal atau uang kuota jamaah haji,” ujar Hamim Tohari.

Dalam keterangannya, Hamim Tohari menjelaskan bahwa didalam mekanisme BPIH itu dibagi menjadi dua, yakni biaya setoran awal atau biaya kuota haji dan biaya pelunasan. Ia merinci jika biaya setoran awal tersebut adalah 25 Juta sedangkan biaya atau uang pelunasannya adalah Rp 12,5 Juta.

“Terkait informasi yang berkembang di masyarakat bahwa biaya haji tidak bisa diambil itu tidak benar. Yang perlu diketahui adalah biaya haji itu bisa diambil tapi yang dapat dicairkan hanya uang pelunasan, jika nantinya ada jemaah haji yang menginginkan pengembalian biaya secara penuh, tetap bisa namun harus mengajukan pembatalan haji,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hamim Tohari mengatakan konsekuensi jika jamaah mengajukan pembatalan haji. Jemaah dipastikan sudah tidak bisa mendapat kuota haji. Jika nantinya jemaah tersebut ingin mendaftar lagi, maka ia harus mengantri dan menunggu dari awal kembali.

“Ya itu konsekuensi yang harus diambil ketika jemaah mengajukan pembatalan secara penuh, uangnya kembali tetapi jika daftar lagi, ya harus kembali dari nol lagi dan antri pemberangkatan lagi. Mekanismenya adalah jika yang diambil hanya uang pelunasan saja, maka biaya kuota masih tetap ada artinya sewaktu-waktu ia ingin berangkat ya harus membayar uang pelunasan lagi tanpa harus mengantre dari nol,” terangnya.

Menurut informasi yang dijelaskan oleh Hamim, saat ini jumlah total jamaah haji dari Kabupaten Sidoarjo sendiri lebih kurang mencapai 2.300 – 2.500 jemaah, itu termasuk akumulasi jemaah yang juga tertunda keberangkatannya tahun 2020 hingga 2021.

Sampai saat ini, Kemenag Sidoarjo mencatat hanya 3 orang jamaah saja yang sudah mengajukan pengembalian biaya haji (Uang Pelunasan), dari ketiga jemaah tersebut sewaktu-waktu jadwal keberangkatannya terbit maka mereka harus membayar uang pelunasan lagi dan tidak perlu menunggu antrian dari nol karena biaya kuota haji mereka masih tercatat di Kemenag.

“Pengajuan pengembalian ini bisa melalui KBIH, namun saya sarankan jamaah untuk langsung ke Kemenag agar mengetahui mekanisme dan alur pencairan uang pelunasan dengan jelas,” tegasnya. (Tam)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pengembalian Dana Haji, Kemenag Sidoarjo : Hanya Uang Pelunasan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT