Jumat, 28 Januari 2022
Uncategorized

Pengembang Perumahan yang Longsor di Malang Akan Diproses Hukum Bila Terbukti Melanggar

profile
Avirista

20 Januari 2021 17:59

37 dilihat
Pengembang Perumahan yang Longsor di Malang Akan Diproses Hukum Bila Terbukti Melanggar
Jasad korban longsor saat disalatkan di sekitar rumah duka

KOTA MALANG - Pengembang perumahan di Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang yang mengakibatkan korban jiwa imbas longsor akan ditelusuri izinnya. Hal ini dilakukan mengingat perumahan yang berada di bantaran sungai dengan kontur tanah yang labil sehingga mengalami pergerakan tanah yang dinilai membahayakan.

"Kami serahkan kepada PUPR (Dinas PUPR) deadlinenya bagaimana. Yang kedua, kami kemarin minta segera ada tindakan karena yang sekarang ini bisa kembali ke rumah. Itu nanti kita arahkan jangan asal - asalan," tutur Wali Kota Malang Sutiaji ditemui suarajatimpost, saat menyalatkan di musala Jalan Sadang, pada Rabu (20/1/2021).

Sejauh ini Sutiaji juga belum berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak pengembang, mengingat proses pengecekan perizinan dan kontur tanah oleh Dinas PUPR Kota Malang. "Kita masih nunggu dari PUPR, dari sana bisa kita putuskan langkah apa," ucap Sutiaji.

Sementara itu pihak kepolisian memastikan akan mengawal pengecekan terkait perizinan pengembang perumahan.

Menurut Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, bila memang ada unsur pelanggaran hukum pihaknya akan memastikan melakukan langkah hukum lebih lanjut. Selama proses pengkajian lokasi oleh tim ahli nantinya perumahan akan ditutup sementara warga seluruhnya telah dievakuasi.

"Nanti akan kita proses hukum. Lokasi sementara kita sterilkan dari warga. Sambil nanti menunggu hasil dari kajian tim ahli aman atau tidak batasnya sampai dimana sementara masih kita tutup," ungkap Leonardus.

Sebelumnya diberitakan seorang warga Perumahan Sulfat Inside Jalan Sadang RT 9 RW 18 Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang, bernama Roland Sumarna dilaporkan hanyut ke Sungai Bango pada Senin sore 18 Januari 2021 kemarin.

Korban hanyut ketika membersihkan kolam air yang ada di depan rumahnya saat hujan deras turun. Namun saat membersihkan kolam inilah, longsor muncul dan membawa korban terperosok ke sungai. Selain korban, dua unit sepeda motor juga dilaporkan terperosok ke sungai. 

Roland Sumarna sendiri ditemukan meninggal di Bendungan Sengguruh Kepanjen yang berjarak sekitar 26 kilometer dari rumahnya yang longsor.

Selain menewaskan satu orang akibat longsor tersebut, setidaknya ada 7 warga yang diungsikan karena rumahnya yang berada di satu kompleks perumahan juga mulai mengalami pergeseran tanah.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pengembang Perumahan yang Longsor di Malang Akan Diproses Hukum Bila Terbukti Melanggar

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT