Minggu, 23 Januari 2022
Pemerintahan

Pengembangan Potensi Pertanian Kerakyatan Pasca Perubahan Perda RTRW Bojonegoro

profile
Mustakim

20 Maret 2021 22:12

106 dilihat
Pengembangan Potensi Pertanian Kerakyatan Pasca Perubahan Perda RTRW Bojonegoro
Penanaman pohon di Desa Sembung sebagai bagian kawasan pertanian

BOJONEGORO - Perubahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bojonegoro berimbas pada Kecamatan Kapas, yang menjadi penyangga kecamatan kota. Bila sebelumnya tidak ada pengkhususan untuk Kecamatan Kapas, adanya Perda RTRW membuat Kapas menjadi masuk kawasan pertanian.

Kepala Desa Sembung Moh. Arif Wahyudin menganggap  perubahan Perda RTRW cukup menguntungkan di tengah potensi desanya yang menjadi bagian dari Kecamatan Kapas. Desa Sembung memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang bila dikelola dapat menguntungkan warga.

Maka tak heran bila penanaman pohon 1.000 bibit pohon buah - buahan mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sembung. Terlebih adanya spesifikasi Kecamatan Kapas yang dikhususkan pengembangan pertanian di Bojonegoro dalam substansi Perda RTRW.

"Kedepannya agar menjadi sumber pendapatan buat warga Desa Sembung. Hal ini dirinya berharap agar dirawat dengan baik serta juga bisa menjaga keseimbangan alam," ucap Arif ditemui pada Sabtu (20/3/2021).

Menurutnya, dalam Perda itu telah diatur bagaimana pengembangan pertanian untuk menyejahterakan masyarakat di Kecamatan Kapas, dimana Desa Sembung menjadi salah satu kawasan di dalamnya. Maka pihaknya berinisiatif menanami tanah kas desa untuk pengembangan pertanian di Desa Sembung.

"Kebun - kebun yang kita tanami tersebut, adalah tanah kas desa, dan warga pun kita berikan, tujuannya ke  depan agar sebagai peneduh dan juga ekonomi warga desa, serta kebun yang berbasis buah - buahan," ungkapnya.

"Saya kira konsep penanaman bibit buah - buahan yang dilakukan Desa Sembung berbasis ekonomi kerakyatan dan bisa menjadi kemandirian kelompok tani bila dikelola dengan bijak. Apalagi pengelolaan kebun - kebun yang berbasis buah - buahan ke depannya bisa menghasilkan," tambahnya.

Di sisi lain momen penanaman ribuan bibit pohon ini disebut Ketua Kelompok Tani Lohjinawe Desa Sembung Mardi Utomo, sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat mandiri berbasis pertanian rakyat.

"Ada beberapa kebun tersebar di beberapa RT di Desa Sembung, di RT 2 dan RT 3 ada 50 pohon, di RT 4 dan RT 6 ada 100 batang yang kita tanam. Semoga sekitar 5 tahun ke depan sudah besar dan berbuah," tuturnya 

Pohon - pohon itu pun ditanam di beberapa titik di masing - masing RT dan RW. Mulai ditanam di pinggir sawah atau yang disebut warga lokal sebagai kebun jagul, hingga di sekitar wilayah bersejarah Desa Sembung, atau warga lokal menyebutnya kebun keramat. 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pengembangan Potensi Pertanian Kerakyatan Pasca Perubahan Perda RTRW Bojonegoro

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT