Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Nasional

Pesan Adhie Masardi ke Menag Baru Yaqut Cholil

profile
Admin

23 Desember 2020 18:57

151 dilihat
Pesan Adhie Masardi ke Menag Baru Yaqut Cholil
Adhie Masardi bersama Yaqut Cholil saat sebelum pandemi Covid-19

JAKARTA — Presiden Joko Widodo resmi menunjuk Menteri Agama (Menag) baru Yaqut Cholil Qoumas menggantikan Fachrul Rozi. Penunjukkan Yaqut Cholil disebut Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Masardi tepat.

 

Menurut Adhie, Yaqut yang menjabat Ketua Umum GP Ansor merupakan salah satu dari basis pendukung militan Joko Widodo. GP Ansor sendiri merupakan badan otonom yang berada di bawah Nahdatul Ulama (NU), yang juga sama – sama menjadi bagian dari pendukung militan Presiden Joko Widodo.

 

“Wajar, bahkan sebetulnya sangat terlambat Presiden Joko Widodo membagi sedikit kue kekuasaan kapada Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas,” ujar Adhie Masardi melalui rilis yang diterima suarajatimpost.com pada Rabu petang (23/12/2020).

 

Eks juru bicara Presiden era Gus Dur ini juga menyebut, Banser lembaga otonom yang dibawahi GP Anshor kerap memasang badan, bahkan secara fisik menghadapi kritikan dari sejumlah pihak.

 

“Tapi kue kekuasaan yang diberikan rezim kepada kader Ansor sangat tak sebanding dengan cemoohan publik yang diterima mereka. Posisi basah di BUMN (komisaris dan direksi), misalnya, justru hanya diberikan kepada para pendukung Presiden Widodo yang berjuang sambil berbaring lewat media daring sebagai buzzer,” katanya.

 

Adhie mengaku kenal dekat dengan Yaqut, adik kandung Yahya Cholil Staquf, koleganya sesama juru bicara presiden era Gus Dur. Yahya Staquf, adalah putra KH Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri PKB yang kini menjabat Katib Aam PBNU.

 

Sebagai teman, deklarator KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) ini mengingatkan Yaqut agar tetap cerdas dan baik-baik menjaga integritas.

 

“Jangan ikut arus pragmatisme karena sebagai tokoh muda NU masa depan politik Yaqut masih panjang. Ingat, Menteri Agama RI itu menterinya semua umat beragama warga negara RI. Bukan hanya umat Islam, apalagi Nahdliyin semata,” tutur Adhie.

 

Adhie Masardi juga menasehati Yaqut sebagai kader NU untuk mengingat riwayat lahirnya NU.

 

“Cikal-bakal NU itu adalah Komite Hijaz, kepanitiaan kecil pimpinan KH Wahab Hasbullah (1924-1925) untuk berdialog dengan Raja Arab Saudi Ibnu Saud, sebagai merespons atas ancaman kebijakan antipluralitas mazhab Wahabi yang diberlakukan di Hijaz (Mekkah dan Madinah),” paparnya.

 

“Utamakan dialog, karena, seperti sering dinasehatkan Gus Dur, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan dialog,” imbuhnya.

 

Dia menambahkan, umat beragama di Indonesia ini sudah letih diadu-domba antaragama maupun antarumat beragama, sementara ekonomi umat dibiarkan morat-marit.

 

“Intinya, siapa pun dia, apa pun agamanya, jika melakukan tindak pidana yang ada deliknya di KUHP, serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Jangan gegara aparat tak bisa negakkan keadilan, tindak pidana yang dilakukan seseorang atau suatu kelompok dikaitkan dengan agama yang dianutnya,” terangnya.

 

“Buktikan bahwa kader NU itu jika diberi amanah (jabatan) akan dijalankan demi, semata-mata, kemaslahatan bangsa,” tandasnya.

 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pesan Adhie Masardi ke Menag Baru Yaqut Cholil

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT