Sabtu, 29 Januari 2022
Pemerintahan

Petani Banyuwangi Menjerit, Begini Tanggapan DPRD Banyuwangi

profile
Admin

05 Oktober 2020 13:05

473 dilihat
Petani Banyuwangi Menjerit, Begini Tanggapan DPRD Banyuwangi
Salimi saat menjelaskan kondisi terkini pupuk di Banyuwangi.

BANYUWANGI - Perihal keluhan petani tentang sulitnya pupuk di Banyuwangi Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Salimi menjelaskan bahwa permasalahan tersebut sudah menjadi isu nasional.

Karena pemerintah pusat mengurangi jumlah pupuk bersubsidi jenis urea ke seluruh daerah di Indonesia. Kata dia, perbandingan jatah pupuk subsidi di tahun 2019 dan tahun 2020 berkurang hampir 50 %.

Pada tahun 2019 Kabupaten Banyuwangi mendapatkan kuota sekitar 61.526 ribu ton, sedangkan tahun 2020 kuota yang didapat 38.254 ribu ton.

"Saat ini hanya tersisa 88 ton pupuk subsidi di Banyuwangi. Itupun ditahan oleh pusat," ujar Salimi Minggu (4/10/2020) kemarin malam.

Saya, masih Salimi, menduga ada indikasi permainan distributor nakal di tingkat bawah.

"Kalau pusat sudah seperti ini, ada indikasi-indikasi perbuatan yang tidak mengenakan di tingkatan bawah," katanya.

Tidak perlu jauh-jauh, Salimi menjelaskan terdapat perbuatan kios yang menjual pupuk dengan cara tidak sesuai dengan aturan pemerintah.

"Permainan kios-kios yang menjual pupuk subsidi dengan cara paketan. Itu tidak ada dari pemerintah itu hanya permainan," ujarnya.

Menyikapi hal tersebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar permasalahan di kalangan petani ini bisa segera terselesaikan.

"Kami berpihak pada petani, karena saya juga petani. kami juga sudah kirim surat ke pusat, akan berkonsultasi dengan kementrian agar segera pupuk subsidi dipulihkan kembali. Kita komitmen cepat, kita juga akan sounding-sounding ke Jakarta dan Kaltim apa yang menjadi permasalahan sebenarnya," tandasnya. (WAN).

Tags
Anda Sedang Membaca:

Petani Banyuwangi Menjerit, Begini Tanggapan DPRD Banyuwangi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT