Rabu, 26 Januari 2022
Kesehatan

Program UHC Sidoarjo Resmi Dihentikan Sementara Per 1 Januari 2022

profile
Krisna

03 Januari 2022 15:00

22 dilihat
Program UHC Sidoarjo Resmi Dihentikan Sementara Per 1 Januari 2022
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Yessy Novita saat menandatangani program UHC Juni 2021.

SIDOARJO - Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi program Pemkab Sidoarjo sejak bulan Juni 2021 lalu telah resmi di berhentikan sementara per tanggal 1 Januari 2022. Hingga saat ini cakupan kepesertaan warga yang ikut pada jaminan kesehatan nasional (JKN KIS) belum memenuhi syarat minimal yakni 95 persen.

Namun, Pemkab Sidoarjo tetap bekerjansama dengan BPJS Kesehatan guna membiayai warga tidak mampu melalui kepesertaan kategori penerima bantuan iuran (PBI) dengan dana APBD.

’’Jadi mulai awal tahun, 1 Januari 2022, tidak UHC. Tapi, layanan kesehatan melalui BPJS biasa dengan peserta awal sekitar 60 ribu warga,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.

Para peserta adalah orang yang benar-benar membutuhkan. Warga tidak mampu yang tak sanggup membayar iuran bulanan sebagai peserta BPJS. Data para peserta bakal diverifikasi dengan melibatkan berbagai instansi. Terutama dinas sosial. 

Diketahui, pada tahap awal peserta memang tidak terlalu banyak jauh berkurang dari pada PBI melalui anggaran daerah.

Kepala Dinas Sosial Asrofi mengimbau untuk warga yang tidak mampu dan belum masuk menjadi peserta PBI tidak perlu khawatir. Mereka yang membutuhkan perawatan kesehatan tetap bisa mendapat layanan. 

’’Mereka bisa mengklaim biaya perawatan melalui program jaminan kesehatan masyarakat miskin (JKMM). Asalkan warga benar-benar tidak mampu,’’ katanya.

Sebelumnya, dinsos mengajukan data 52 ribu warga agar dapat menjadi peserta PBI APBN. Data tersebut diajukan untuk mengganti lebih dari 40 ribu peserta yang dinonaktifkan. Tapi, hingga kemarin data tersebut masih diteliti untuk menentukan berapa yang disetujui. Sebab, data persetujuan itu bercampur dengan jutaan data warga lain di Indonesia.

’’Sudah ada surat dari Kementerian Sosial. Isinya diminta untuk mengecek data terkait kepesertaan di website,’’ lanjutnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Yessy Novita mengimbau seluruh masyarakat Sidoarjo, khususnya yang mendapatkan bantuan iuran jaminan kesehatan dari pemerintah, agar memeriksa kembali status kepesertaan. Baik melalui aplikasi Mobile JKN maupun mengakses BPJS Kesehatan Care Center di nomor telepon 165.

’’Jika mendapati status kepesertaannya masih aktif per 1 Januari 2022, masyarakat dapat tetap menggunakan haknya sebagai peserta JKN-KIS untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan seperti biasa,’’ katanya.

Berdasar perjanjian kerja sama yang ditandatangani Pemkab Sidoarjo dengan BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo pada 31 Desember 2021, data penerima bantuan iuran kepesertaan JKN-KIS dari pemerintah akan diperbarui. Pembaruan itu dapat berimbas pada penonaktifan status kepesertaan.

Jika peserta mendapati ternyata per 1 Januari 2022 status kepesertaan PBI APBD jaminan kesehatannya telah nonaktif, mereka bisa melakukan beberapa hal. Misalnya, mendaftar menjadi peserta yang membayar iurannya sendiri atau peserta mandiri.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Program UHC Sidoarjo Resmi Dihentikan Sementara Per 1 Januari 2022

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT