Rabu, 19 Januari 2022
Kesehatan

Rahasia 13 Tahun Cuci Darah Tak Sepeserpun Keluar Biaya

profile
Admin

25 November 2020 21:56

99 dilihat
Rahasia 13 Tahun Cuci Darah Tak Sepeserpun Keluar Biaya
Nunik Indriati (52) pasien cuci darah selama 13 tahun
PASURUAN - Sekilas sosok yang kerap ceria ini terlihat sehat seperti kebanyakan orang. Namun, siapa sangka jika wanita paruh baya ini menyimpan kisah luar biasa dalam dirinya. Nunik Indriati (52), salah satu wanita tangguh lantaran sudah 13 tahun ia berjuang dalam hal cuci darah.

Dalam penuturannya, Nunik berterima kasih lantaran terus mendapat bantuan dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) selama beberapa tahun belakang.

Ia sadar bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali cuci darah sangatlah besar dan akan terasa berat jika dirinya membayar tanpa uluran bantuan.

“Benar-benar nyata sekali programnya. Sudah ribuan kali saya terbantu kalau sudah waktunya cuci darah. Alhamdulillah, ini juga bagian dari nikmat Tuhan. Biaya cuci darah kan gak sedikit. Untuk sekali cuci darah saja sudah mahal. Kalau gak ada bantuan dari pemerintah dan program yang sekarang (JKN-KIS, red) mungkin sembuh pun susah, saya berterima kasih sekali,” ungkap Nunik. 

Ia menambahkan jika awal mulanya harus keluar kota demi menjalani rutinitas cuci darah. Hal ini ia lakukan lantaran di sekitar wilayahnya belum ada rumah sakit yang mampu mengakomodir layanan tersebut.

Hingga akhirnya, RSUD dr. Moh Saleh jadi satu-satunya rumah sakit terdekat yang menyediakan layanan cuci darah. Tentu kabar ini melegakan Nunik sebab dirinya tak perlu lagi pergi jauh hanya untuk sekali cuci darah.

“Pertama kalinya dari tahun 2009 ya. Di situ saya merasakan mual-mual terus sesak nafas. Sering juga pusing kalau sudah melakukan aktivitas. Setelah itu saya periksakan dan dokter bilang kalau penyakit saya mengharuskan cuci darah. Dirujuknya dulu ke Rumah Sakit Lavalette Malang karena memang di dekat rumah belum ada. Itu saya lakukan 2 tahunan sampai akhirnya di Kota Probolinggo ada,” kenangnya. 
Kini, wanita 52 tahun ini masih terus berjuang di tengah kondisinya yang terbatas. Ia tak ingin mengambil pusing untuk sebuah takdir yang sudah Tuhan gariskan.

Sebagai seorang pasien cuci darah, Nunik turut berpesan agar semua pasien cuci darah selalu ikhlas menerima. Ia paham betul bahwa obat kesembuhan yang utama berasal dari semangat diri sendiri.

“Memang berat kalau sudah mengalami hal seperti ini. Sekarang yang bisa mengelola pikiran hanya diri kita masing-masing. Berdo’a selalu sama Tuhan dan yang utama kita gak boleh putus asa. Saya selalu ingat keluarga, mereka juga bagian dari kekuatan hingga sekarang. Ditambah lagi cuci darah sekarang kan sudah ringan biaya. Kita jadi lebih fokus buat kesembuhan,” pungkasnya. 

Lebih lanjut, Nunik membeberkan jika prosedur pelayanan sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia bersyukur di tengah kondisi yang membutuhkan banyak biaya selalu muncul solusi dalam mengatasinya.

Tak hanya manfaat cuci darah, Nunik pun rutin menerima asupan vitamin dari pihak fasilitas kesehatan. Lewat progam JKN-KIS, ia gantungkan harapan agar selalu ada memberi ketenangan. 

“Gak pernah sama sekali diminta biaya, semuanya gratis. Tiap bulan sekali malah dapat vitamin. Pokoknya sudah baik dari sebelumnya, mungkin dulu masih awal jadi sempat ada kerumitan soal administrasi," bebernya. 

Sekarang puas sekali dan harapannya selalu ada peningkatan. Orang cuci darah pasti larinya pakai BPJS (Kesehatan) karena sudah terjamin perlindungannya. Semoga programnya berjalan terus dan masyakarat sadar bayar iuran,” tutupnya. (Ad) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Rahasia 13 Tahun Cuci Darah Tak Sepeserpun Keluar Biaya

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT