Sabtu, 22 Januari 2022
Pemerintahan

Regulasi Penambangan Fosfat di Sumenep Bertentangan dengan Perda

profile
Iruel

08 Februari 2021 08:31

344 dilihat
Regulasi Penambangan Fosfat di Sumenep Bertentangan dengan Perda
Ilustrasi tambang (istimewa)

SUMENEP - Wacana kehadiran tambang fosfat di Kabupaten Sumenep terus mendapat penolakan dari masyarakat. Kali ini penolakan datang dari PCNU Kabupaten Sumenep melalui lembaga kajian dan pengembangan sumber daya manusia (Lakpesdam). 

Ketua Lakpesdam PCNU Sumenep Moh. Ekoyanto menilai, berdasarkan peraturan daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2013 - 2033 dan izin operasi tambang fosfat terdepst peraturan yang tumpanh tindih dan bertentangan. Pihaknya mengaku telah menganalisis regulasi yang ada terkait pengaturan tambang berpatokan pada Perda RTRW Sumenep.

Salah satu misalnya dalam ketentuan umun pada pasal 1 ayat 32 disebutkan Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.

"Kalau sudah seperti itu seharusnya pemerintah harus mengkaji ulang lagi, bukan malah berencana akan menambah titik zona penambangan fosfat," ungkapnya pada Senin (8/2/2021). 

Ekoyanto menambahkan, dari Perda RTRW pasal 40 tersebut seharusnya penambangan hanya diizinkankan untuk penambangan mineral, minyak dan gas bumi, atau pengelolaan potensi panas bumi. Namun di Perda pasal 2i diatur ada kawasan yang mengatur larangan aktivitas penambangan lantaran berpotensi menimbulkan bencana alam. 

"Apalagi dalam wilayah beberapa titik pertambangan itu terdapat pada kawasan lindung geologi yang tercantum pada Pasal 33, seperti kawasan cagar alam geologi yang berupa kawasan lindung karst. Padahal bentang gugusan bebatuan kars merupakan kawan lindung, dan sudah ditetatapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO yang harus dilindungi dan jauh dari aktivitas pertambangan," terangnya. 

Gugusan bebatuan kars sendiri disebut Ekoyanto, pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2008 tentang recana tata ruang wilayah nasional, ditetapkan sebagai kawasan lindung nasional. Sebab kawasan tersebut dinilai memiliki keunikan bentang alam. Itu terdapat pada pasal 52,53 dan 60

"Sslah satu kecamatan yang memiliki kawasan lindung batu kars, seperti Kecamatan Batu Putih dimasukkan kembali ke dalam draf review (pembukaan penambangan), namun Perda RTRW 2013-2033 sebelumnya, sudah ditetapkan sebagai daerah kawan lindung yang secara bersamaan juga diperuntukkan untuk pertambangan fosfat," bebernya. 

Hingga kini dikatakannya, pemerintah hanya belum membuka secara transparan kepada publik titik lokasi pertambangan, pemerintah hanya menyebutkan dalam skop Kecamatan.

"Di antaranya adalah Kecamatan Batu Putih,  Ganding, Manding, Lenteng, Guluk-guluk, Gapura, Bluto, dan Kecamatan Arjasa,"ujarnya.

Bahkan dikabarkan dalam review RTRW 2013-2033 yang ajukan oleh pihak Bappeda Sumenep saat ini ditambah 9 Kecamatan lagi. Seharusnya kata dia, Pemerintah daerah harus memikirkan terhadap dampak bencana yang akan terjadi pada lokasi pertambangan sekitar.

"Kalau ini terpaksa dilakukan (ditambang), apa jadinya apabila pegunungan yang kemudian dikeruk atau bebatuan yang menjadi daya serap air diambil. Otomatis ketika hujan, maka akan terjadi banjir kemudiaan ketika musim kemarau diperkirakan kita akan kekurangan air," ungkapannya.

Lebih lanjut pria murah senyum ini menambahkan, Lakpesdam sampai saat ini masih mengkaji terkait RTRW tersebut. Sehingga ia berharap dalam menganalisis RTRW 2013-2033 pemerintah daerah harus melibatkan masyarakat di dalam proses perubahannya itu. Supaya warga bisa tahu tentang bagaimana prosedur - prosedur yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

"Terutama masyarakat yang menjadi titik lokasi pertambangan, baik itu tokoh masyarakat, maupun organisasi keagamaan harus dilibatkan sehingga ada dialog dan memberikan pemahaman terhadap masyarakat. Supaya masyarakat tidak jadi korban terhadap dampak pertambangan," tutupnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Regulasi Penambangan Fosfat di Sumenep Bertentangan dengan Perda

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT