Sabtu, 29 Januari 2022
Advetorial

Reses ke-2, Sonny Basoeki Rahardjo Bagikan 60 Paket Sembako dan Ingatkan Pentingnya Prokes

profile
Andy

21 Agustus 2021 17:08

126 dilihat
Reses ke-2, Sonny Basoeki Rahardjo Bagikan 60 Paket Sembako dan Ingatkan Pentingnya Prokes
Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sonny Basoeki Rahardjo (SBR) bagikan paket sembako ke warga Gedongan gang X dan sekitarnya.

KOTA MOJOKERTO - Dalam masa reses II masa persidangan II tahun sidang 2021, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Sonny Basoeki Rahardjo (SBR) membagikan 60 paket sembako kerpada warga Gedongan gang X, Sabtu (21/8/2021) sore.

Setiap paket sembako berisi beras 3 kilogram, gula 1 kilogram, minyak 2 liter, 1 kotak teh celup, dan hand sanitizer.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa SBR ini mengajak warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), khususnya dalam menggunakan masker kalau bisa double.

"Covid-19 ini nggak kelihatan namun sangat mematikan. Kalau sudah mulai ada gejala awal, batuk, pilek, meriang segera memeriksakan diri ke puskesmas. Jika diperlukan, bisa segera melakukan Swab antigen sehingga bisa dilakukan tindakan medis," terang Sonny Basoeki Rahardjo yang juga Ketua DPD Golkar Kota Mojokerto.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam pilkada lalu warga Gedongan X ini menyumbang 60 lebih suara bagi kami, sehingga kami akan prioritaskan.

Beberapa aspirasi dari warga yang masuk, mulai dari pompa air untuk menguras genangan air, lampu penerangan saat pemakaman malam, serta pemadaman lampu saat PPKM disarankan dimulai pukul 22.00 WIB.

Menanggapi aspirasi tersebut, untuk pompa air akan dicatat oleh Pak Parman dari PU sehingg bisa ditindaklanjuti, mengenai lampu penerangan portable untuk pemakaman saat malam hari nanti kita anggarkan.

"Sedangkan waktu pemadaman saat malam hari, sebelumnya Malang pun menolak. Saya pun sempat menyampaikan hal ini ke Ning Ita, namun beberapa saat kemudian keputusan itupun diubah dan kembali dilakukan pemadaman," jelas SBR.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinkes Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari menyampaikan ada enam indikator dalam menentukan status level PPKM setiap kota.

"Enam indikator tersebut adalah jumlah pasien terkonfirmasi positif, jumlah kematian, testing, bor, tracing dan terakhir adalah jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit," ungkap drg Citra.

Lebih lanjut dikatakannya, sehingga salah satu cara untuk mengurangi penyebaran adalah mengurangi mobilitas.

"Oleh karena itu pemerintah mengambil langkah pemadaman lampu sejak mulai pukul 20.00 WIB, agar mobilitasnya berkurang. Karena pemerintahan pusat bisa mengawasi hal tersebut, ini disampaikan oleh Menko Marvest ketika zoom meeting," terangnya.

"Makanya dengan adanya pemadaman lampu tersebut diharapkan bisa mengurangi enam indikator penentuan level PPKM sehingga kita bisa kembali beraktivitas normal. Saat ini kota Mojokerto masih berada di level 4, makanya Wali Kota bersama Forkopimda jajaran berusaha semaksimal mungkin untuk bisa segera menurunkan level PPKM tersebut," pungkasnya.

Update Covid-19 di kota Mojokerto hingga Sabtu sore, 21 Agustus 2021 tercatat jumlah positif 51 jiwa dari 49 rumah yang tersebar di seluruh kelurahan, sedangkan zona hijau ada 640 Rukun Tetangga (RT), zona kuning 43 RT, zona oranye 1 RT dan zona merahnya nihil. (Adv)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Reses ke-2, Sonny Basoeki Rahardjo Bagikan 60 Paket Sembako dan Ingatkan Pentingnya Prokes

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT