Rabu, 26 Januari 2022
Pemerintahan

Ribuan GTT dan PTT di Jember Dikembalikan Tugas Dekat Rumah, Honornya Naik

profile
Rochul

07 April 2021 13:11

182 dilihat
Ribuan GTT dan PTT di Jember Dikembalikan Tugas Dekat Rumah, Honornya Naik
Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember, Bambang Hariono Saat Serahkan SK Bupati.

JEMBER – Bupati Jember Hendy Siswanto resmi menerbitkan surat keputusan (SK) kepada 2.987 guru tidak tetap (GTT) dan 1.247 Pegawai Tidak Tetap (PTT). 

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Jember, Bambang Hariono bahwa SK dari Bupati tersebut menandakan terjadinya perombakan kebijakan pada sektor pendidikan. 

Sejak sekarang ini, Bupati Hendy resmi mengembalikan wewenang Dinas Pendidikan untuk menangani tata kelola tenaga kependidikan, dari sebelumnya berada dibawah kendali Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Kebijakan dari Pak Bupati, kalau saya hanya menjalankan perintah,” kata Bambang saat berpidato dihadapan 50 guru yang menerima SK Bupati secara simbolik pada Selasa, (6/4/21). 

Menurutnya, Pada tahun 2020 lalu, wewenang tenaga kependidikan memang sempat ditangani BKPSDM. Imbasnya, terjadi carut marut banyak penempatan tugas GTT dan PTT tidak seusai bidang keahlian serta lokasi sekolah yang jauh dari rumah.

Ketika itu, beberapa guru sampai meninggal dunia lantaran mengalami kecelakaan lalu lintas akibat harus menempuh perjalanan puluhan kilometer. 

Bahkan kata dia, sebagian GTT PTT memilih mundur dari tugas karena juga alasan honor ratusan ribu tak sepadan dengan biaya perjalanan maupun beban pekerjaan yang selama ini mereka emban.

Oleh karenanya, Bambang mengatakan, kebijakan baru dari Bupati Hendy dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan spesifikasi kemampuan GTT. Misalkan lulusan PGSD bertugas sebagai guru kelas, dan guru mata pelajaran tertentu ditempatkan ke SMP.

Kebijakan disertai dengan mendekatkan jarak rumah dengan tempat mengajar serta menaikkan honor sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan guru sebagai profesi. Diharapkan, kedepan peran guru dalam mengajar lebih optimal.

“Kenaikan honor antara Rp1,2 juta sampai dengan Rp1,6 juta. Kita petakan zonasi, contoh sekolah penuh ada standarnya kita carikan sekolah terdekat, kita atur penataan GTT PTT,” ulas Bambang.

Walaupun nominal tersebut belum mencapai standar minimal kebutuhan hidup layak (KHL) di Jember tahun 2021 sebesar Rp2,4 juta, tapi terjadi kenaikan dibandingkan honor GTT PTT sebelumnya yang berkisar di angka Rp600 ribu - Rp1 juta.

Bambang menegaskan, penempatan guru terlepas dari unsur kolusi, korupsi, dan nepotisme. “ contoh, Pak Sriyanto yang tiap hari buka surat saya tidak tahu kalau istrinya Bu Eni tak pindah. Tidak ada yang mempengaruhi, tidak ada pungutan,” ungkapnya.

Eni yang guru mata pelajaran Bahasa Inggris oleh Bambang dikembalikan lagi ke SMP. Sebab, tahun lalu Eni kena mutasi bertugas di Sekolah Dasar (SD), yang tentu sama sekali tidak cocok dengan bidang keahliannya.

Dari pantauan, salah seorang guru bernama Tri Wahyuni sampai terisak tangis setelah menerima SK Bupati. 

Ia tampak sedu sedan meratap, sehingga beberapa guru perempuan memeluknya untuk menenangkan yang bersangkutan.

Kepada wartawan, Tri Wahyuni mengatakan honornya memang naik dari Rp1 juta menjadi Rp1,6 juta. Soal tangis kesedihannya tak lain karena pindah tugas. Meski sekolahnya bakal lebih dekat rumah, tapi ia akan berpisah dengan beberapa sahabat dekatnya. 

“Di tempat lama sudah kadung akrab dengan teman-teman,” kata guru yang bakal mengajar ke salah satu SD Negeri di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji tersebut.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Ribuan GTT dan PTT di Jember Dikembalikan Tugas Dekat Rumah, Honornya Naik

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT