Selasa, 07 Desember 2021
Peristiwa Daerah

Siapkan Tim Khusus, Polisi Ingatkan Warga Jember Berani Lapor Bila Ada Apotek 'Nakal'

profile
Rochul

28 Juli 2021 19:21

81 dilihat
Siapkan Tim Khusus, Polisi Ingatkan Warga Jember Berani Lapor Bila Ada Apotek 'Nakal'
Ilustrasi obat Ivermectin (istimewa)

JEMBER - Polres Jember bakal terus mengawasi apotek di tengah tingginya permintaan imbas peningkatan COVID-19. Bahkan polisi telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan kepada apotek - apotek di Jember yang terindikasi nakal. 

Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Jember membuka layanan pengaduan atau laporan untuk masyarakat, apabila ada apotek yang menjual obat dan alat kesehatan tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan pemerintah. Termasuk kemungkinan bila ada indikasi penimbunan obat atau alat kesehatan di wilayah hukum Polres Jember.

Kasat Reskoba Polres Jember AKP Dika Hadiyan Wiratama menyampaikan, apabila masyarakat mengetahui ada apotek yang menjual obat atau alat kesehatan langsung adukan dan laporkan kepada pihak yang berwajib.

"Kepada seluruh masyarakat yang sedang melalukan pembelian obat atau alat kesehatan di apotik, jika harga obat atau alat kesehatan tidak sesuai dengan harga standar segera laporkan kepada pihak yang berwajib, nanti kami akan langsung tindak apotek tersebut," kata Kasatreskoba AKP. Dika Hadiyan, pada Rabu (28/7/2021).

Dika juga meminta di tengah peningkatan kasus COVID-19 dan permintaan obat atau alat kesehatan, masyarakat bisa melapor bila ada indikasi pelanggaran dari apotek - apotek nakal. Ia pun meminta masyarakat bisa melaporkan melalui Call Center +62 812-3467-2949, atau melalui Instagram dengan Akun (satresnarkobajember).

"Segera laporkan jika menemukan apotik yang menjual obat dan alat kesehatan dengan harga yang mahal tidak sesuai dengan harga standar," pungkasnya.

Perlu diketahui dan dipahami juga, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.O1.07/MENKES/4826/2021 Tentang Harga Eceran Tertinggi Obat dalam Masa Pandemi COVID-19, terdapat 11 obat yang harganya telah diatur pemerintah, yakni Favipiravir 200 miligram tablet Rp 22.500, Remdesivir 100 miligram injeksi Rp 510.000, Oseltamivir 75 miligram kapsul Rp 26.500, serta Intravenous immunoglobulin 5 persen 50 mililiter infus Rp 3.262.300.

Kemudian ada obat Intravenous immunoglobulin 10 persen 25 mililiter infus yang ditetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 3.965.000, Intravenous immunoglobulin 10 persen 50 mililiter infus Rp6.174.900, Ivermectin 12 miligram tablet Rp 7.500, dan Tocilizumab 400 miligram / 20 mililiter infus Rp5.710.600

Kemudian ada, Tocilizumab 80 miligram per 4 mililiter infus Rp 1.162.200, Azithromycin 500 miligram tablet Rp 1.700, serta Azithromycin 500 miligram infus Rp95.400.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Siapkan Tim Khusus, Polisi Ingatkan Warga Jember Berani Lapor Bila Ada Apotek 'Nakal'

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT