Rabu, 26 Januari 2022
Hukum

Soal Bocornya Data Masyarakat Indonesia, BPJS WATCH : Masyarakat Dalam Bahaya

profile
Krisna

27 Mei 2021 11:48

3k dilihat
Soal Bocornya Data Masyarakat Indonesia, BPJS WATCH : Masyarakat Dalam Bahaya

SIDOARJO - Kebocoran data pengguna BPJS membuat masyarakat Indonesia ketar-ketir. Data sebanyak 279 juta itu dinilai bocor karena adanya pihak yang mengaku memiliki data tersebut.

Ketua BPJS Watch, Arief Supriyono SE MM mengatakan bahwa bocornya identitas pribadi dan data medis warga Indonesia pada pihak lain bisa menimbulkan bahaya yang cukup besar dikemudian hari.

“Ini sangat berbahaya bagi Indonesia bila data rakyat dan data medis bisa dimiliki pihak lain,” tandas Arief saat dihubungi Suarajatimpost.com, Rabu (28/05/2021).

Tidak hanya itu, Arief menjelaskan kebocoran data ini harus segera dituntaskan oleh Pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan cara memanggil Direksi BPJS Kesehatan dan mengklarifikasi masalah kebocoran itu.

Ia sendiri memiliki analisa terkait kebocoran ratusan juta data pribadi peserta BPJS ke publik. Arief menduga ada faktor penyebab kebocoran.

Pertama adalah diretasnya aplikasi-aplikasi milik BPJS khusunya aplikasi sistem informasi manajemen kepesertaan dan aplikasi pelayanan kesehatan.

Kedua adanya orang dalam yang membocorkan data tersebut ke pihak luar.

“Namun saya cenderung menilai kemungkinan pertama yang terjadi, walaupun tentunya penyelidikan atas kemungkinan kedua pun harus dilakukan,” katanya. 

Menurutnya, bila memang diretas, pengamanan aplikasi yang dimiliki BPJS Kesehatan relatif rendah.
"Seharusnya bisa memastikan beberapa framework dan standar tata kelola Teknologi Informasi (TI) dan menjamin keamanan aplikasi," Ujarnya.

BPJS Kesehatan diketahui memiliki beberapa aplikqsi yakni Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepesertaan, Aplikasi Sistem Informasi Layanan Publik, Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Penjaminan Pelayanan Kesehatan.

“Sebaiknya memang aplikasi yang ada di BPJS Kesehatan disederhanakan jumlahnya sehingga bisa lebih efektif dan efisien dalam mengalola program JKN,” imbuhnya.

Atas permasalahan tersebut Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan investigasi sumber kebocoran data tersebut. Berdasarkan hasil investigasi terbaru ada data Noka (Nomor Kartu), Kode Kantor, Data Keluarga/Data Tanggungan, dan status pembayaran yang identik dengan data BPJS Kesehatan.

Sebagai institusi public BPJS Kesehatan pun mengelola data kesehatan peserta JKN maupun fasilitas Kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, dari masyarakat sipil maupun militer.

Namun ada beberapa hal yang cukup janggal dari klaim tersebut. Yang pertama jumlah peserta JKN yang datanya dikelola BPJS sampai saat ini hanya sejumlah 222,4 juta orang atau sekitar 82,37 persen dari total rakyat Indonesia.

Dan berikutnya dari jumlah sampel data yang diklaim orang yang belum diketahui identitasnya itu, tidak sampai 1 juta namun hanya 100.002 data saja. (Tam)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Soal Bocornya Data Masyarakat Indonesia, BPJS WATCH : Masyarakat Dalam Bahaya

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT