Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Nasional

Soal Penggembokan Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur, Begini Kata Pihak Yayasan

profile
Rochul

06 Februari 2021 19:23

72 dilihat
Soal Penggembokan Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur, Begini Kata Pihak Yayasan
Pengurus Yayasan Saat Menunjukan Surat SK Bersama.

JEMBER - Pengurus Yayasan Rhodatul Muchlisin buka suara alasan penggembokan pintu pagar masjid Rhoudatul Muchlisin Timur di Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, sebelum pelaksaan Salat Jumat kemarin. 

Perwakilan Pengurus Yayasan Rhoudatul Muchlisin Muhammad Burhan Ramadan mengungkapkan, adanya penggembokan itu dilakukan karena sesuai dengan kesepakatan dalam Rapat Pengurus Takmir Masjid Rhoudatul Muchlisin yang dituangkan dalam surat keputusan.

"Kesepakatan itu antara Pengurus Yayasan dan Takmir Masjid Rhoudatul Muchlisin. Karena kedua masjid itu masih satu yayasan. Meskipun ada dua. Yakni Masjid Timur (Masjid Condro) dan Masjid Rhoudatul Muchlisim baru (Sebelah barat)," kata Burhan saat dikonfirmasi di rumahnya, Sabtu (6/1/2021).

"Yang isinya dalam banner yang kita pasang di sana. Bahwa Masjid Rhoudatul Muchlisin I (Timur), tidak melaksanakan Salat Jumat, hanya melaksanakan Salat 5 waktu dan kajian keagamaan; Kegiatan Salat Jumat hanya dilaksanakan di Mashid Rhoudatul Muchlisin Baru (barat); apabila surat keputusan ini tidak dipatuhi, maka kami akam menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwenang," sebutnya.

Adanya SK itu, sesuai kesepakatan bersama. Juga dengan pertimbangan kondisi Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur (Masjid Condro), yang tidak bisa lagi menampung jemaah.

"Sekitar tahun 1982 saat ada pelebaran jalan. Karena pengurus yayasan ada satu. Jadi diambil kesepakatan itu. Kemudian pembangunan masjid (Rhoudatul Muchlisin) Barat itu merupakan solusi atas keberadaan masjid di Timur yang sudah tak bisa lagi menampung jemaah salat Jumat," jelasnya.

Masjid Rhoudatul Muchlisin itu sejak dibangun dan meskipun dulu belum seperti sekarang. Memang untuk pelaksanaan Salat Jumat.

"Karena yang dibangun ini lebih luas agar bisa menampung jemaah. Namanya juga tetap sama, Rhoudatul Muschlisin. Takmir dan nama yayasannya juga sama. Karena berada di sisi barat, sering disebut Rhoudatul Muchlisin Barat," jelasnya.

Setelah pembangunan masjid barat selesai, maka salat Jumat dilakukan di masjid yang baru itu. Sedangkan yang lama, hanya digunakan untuk jemaah salat 5 waktu dan kajian Islam.

"Karena sesuai mashab Imam Syafii, tidak sah salat Jumat di dua masjid yang alirannya sama, atau takmirnya sama, atau pemilik (nama yayasannya) sama," ujarnya.

Apalagi terkait kesepakatan ini, dan mashab Imam Syafii ini, lanjutnya, sudah atas dasar kesepakatan para ulama yang ada di Jember.

Dengan pertimbangan itulah, kemudian sampai dilakukan aksi penggembokan Masjid Condro itu.

"Sehingga atas pertimbangan itu. Apalagi nantinya menggangu syarat sahnya salat. Maka yayasan memutuskan untuk menutup masjid timur dari kegiatan salat Jumat.

"Hanya untuk salat Jumat saja. Kalau salat 5 waktu masih boleh. Demikian juga kegiatan keislaman juga nggak apa-apa," tambahnya.

Terkait penutupan itu dilakukan, meskipun sudah ada SK, kata Burhan, juga masih dilanggar warga.

"Karena warga berpedoman pada karepe dewe. Atau karena alasan-alasan lainnya. Maka dilakukan penggembokan itu, dan pemasangan banner," ucapnya.

Namun demikian, ketika waktu Salat Jumat selesai. Maka gembok pagar pintu Masjid Condro dibuka.

"Seperti kemarin, sekitar pukul 13.30 WIB, gembok kami buka dan dapat digunakan kembali untuk melaksanakan Salat 5 waktu ataupun kajian Islam," katanya.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Soal Penggembokan Masjid Rhoudatul Muchlisin Timur, Begini Kata Pihak Yayasan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT