Kamis, 27 Januari 2022
Lifestyle

Suka Duka Porter Stasiun Jember, Pernah Dimarahi dan Tak Terima Uang Sepeser Pun

profile
Rochul

04 Mei 2021 13:40

96 dilihat
Suka Duka Porter Stasiun Jember, Pernah Dimarahi dan Tak Terima Uang Sepeser Pun
Porter di Stasiun Jember

JEMBER - Bekerja sebagai Porter Stasiun memiliki suka duka tersendiri. Tugas seorang Porter Stasiun, untuk membantu mengangkat barang milik penumpang, apakah naik ataupun turun dari kereta api.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, bekerja menjadi seorang porter harus siap dengan pulang tanpa membawa uang sepeser pun. 

Pasalnya saat pandemi Covid-19 ini, penumpang kereta tidak banyak seperti biasanya dan tidak membutuhkan tenaga seorang porter untuk membantu membawakan barang penumpang kereta api yang datang dan pergi.

"Saya sudah bekerja di sini (Stasiun Jember) menjadi porter kurang lebih 10 tahun. Suka duka saat membantu penumpang kereta api, ya Alhamdulillah kadang dapat (yang memakai jasanya), kadang tidak dapat. Per hari penghasilan kisaran Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu dulu tapi. Saat pandemi ini tidak tentu," kata Salah Seorang Tenaga Porter Susanto, Selasa ,(4/5/2021 ) saat ditemui di stasiun Jember.

Menanggapi penilaian miring yang tersiar di masyarakat. Pekerjaan menjadi Porter Stasiun dianggap mengganggu penumpang, dan sering dituduh mencuri barang. 

"Alhamdulillah kalau di Stasiun Jember aman. Tapi memang tuduhan itu terkadang ada. Selain itu, juga tidak dibayar oleh penumpang yang saya bantu. Ya banyak-banyak disyukuri itu, karena itu seluk beluk perjuangan yang penting iklas," katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, seorang Porter Stasiun Jember lainnya Sunardi, mengatakan saat masa pandemi Covid-19 ini mengaku kesulitan untuk mencari penghasilan. 

Karena dialami selama dua kali momen lebaran, penghasilannya menurun dan dirasa sulit untuk mencari penghasilan. Namun Sunardi mengaku masih bersyukur, masih dapat bekerja di Stasiun Jember.

"Karena sebelum pandemi ini dapatnya lumayan, per hari kadang Rp 50 ribu, juga kadang bisa sampai Rp 100 ribu. Sekarang dua kali momen lebaran saat masa pandemi (Covid-19) ini, kadang pulang itu tidak bawa apa-apa. Misalnya ada pun, bisa Rp 20 ribu, paling banyak Rp 50 ribu per hari," ujar Sunardi.

Terkait ongkos untuk membayar jerih payahnya bekerja sebagai porter stasiun, Sunardi mengaku, tidak pernah mematok tarif.

"Seikhlasnya saja soal ongkos itu. Paling sedikit saya terima kalau dulu Rp 10 ribu. Tapi sekarang macam-macam terserah dari yang memberi penting ikhlas," ungkapnya.

Namun meskipun dengan suka duka yang dialaminya, Sunardi mengaku bersyukur karena masih bisa bekerja dikala umurnya yang semakin tua.

"Sudah 10 tahun saya bekerja sebagai porter ini, banyak segala macam sifat penumpang yang saya hadapi. Ada yang sedikit-sedikit marah, ada juga yang tidak. Kalau ada yang marah pernah waktu itu bantu ibu-ibu, ya saya minta maaf dan segera membantu bawakan barangnya," ujar pria berumur 67 tahun itu.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para Porter Stasiun itu, juga sebagai bentuk ungkapan rasa prihatin saat masa pandemi Covid-19 ini. PT. KAI Daop 9 Jember menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, memberikan bingkisan sembako dan sejumlah uang. 

Karena keberadaan dari Porter Stasiun itu, banyak membantu penumpang kereta api. Dengan membantu membawakan barangnya, kala naik atau turun dari gerbong kereta.

β€œBantuan ini merupakan bentuk perhatian kami kepada Porter Stasiun yang selama ini telah membantu pelayanan kepada pelanggan KAI di stasiun," kata Vice President KAI Daop 9 Jember, Broer Rizal saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Rizal mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan volume pelanggan kereta api. Dampak pandemi tersebut juga turut dirasakan oleh para porter di stasiun yang selama ini bergantung kepada para pelanggan yang menggunakan jasanya.

Porter di stasiun merupakan mitra KAI, tidak jarang porter juga membantu pelanggan KAI terkait info perjalanan dan fasilitas yang ada di wilayah stasiun tersebut.

"Ada 10 orang porter yang mendapatkan apresiasi atau bantuan, yakni 5 orang porter di Stasiun Jember, sisanya tersebar di Stasiun Kalistail, Stasiun Rogojampi dan Stasiun Banyuwangi Kota," tukasnya.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Suka Duka Porter Stasiun Jember, Pernah Dimarahi dan Tak Terima Uang Sepeser Pun

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT