Rabu, 19 Januari 2022
Peristiwa Nasional

Sutiaji Bantah Adanya Dugaan Penyelewengan Dana Pemakaman Covid-19

profile
Krisda

02 September 2021 20:20

46 dilihat
Sutiaji Bantah Adanya Dugaan Penyelewengan Dana Pemakaman Covid-19
Ilustrasi pemakaman pasien COVID-19

MALANG – Usai penelitian yang dilakukan Malang Corruption Watch (MCW) Dana pemakaman Covid-19 di Kota Malang menjadi sorotan. Pasalnya salah satu temuan dari Malang Corupption Watch (MCW) menduga adanya penyelewengan dana pemakaman Covid-19 di Kota Malang.

Tim Riset MCW Miri Pariyas menjelaskan, jika pihaknya menemukan adanya indikasi penyalahgunaan dana pemakaman Covid-19 yang seharusnya diterima petugas pemakaman. Sebelumnya tim pemakaman Covid-19 menerima dana insentif sebesar Rp 750 ribu, namun berdasarkan riset yang diambil MCW terdapat pemotongan Rp 100 ribu.

“Dimana, dari nilai insentif sebesar Rp 750 ribu, diduga dipotong oleh petugas Satgas Covid-19 sebesar Rp 100.000, sehingga setiap petugas hanya menerima sebesar Rp 650.000,” ujar Miri, melalui rilis yang diterima suarajatimpost, pada Kamis siang (2/9/2021).

Pihaknya juga menemukan adanya keterlambatan pencairan dana insentif serta ditemukannya juga pungutan liar yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab kepada keluarga jenazah Covid-19.

“Baru tiga kali pembayaran dari total penggalian sebanyak 11 kali. Sehingga diduga terjadi pemotongan ganda. Mengurangi jumlah insentif dan jumlah penggalian,“ tuturnya kembali.

MCW juga menyoroti adanya perbedaan penyaluran dana pemakaman Covid-19 Kota Malang dari sebelumnya diberikan ke Satgas Covid-19, namun diambil oleh lurah.

“Ini berpotensi melahirkan praktik penyelewengan berupa pungli sebagaimana dijelaskan di atas. Diperparah di kelurahan  diminta menandatangani kwitansi pembayaran insentif, akan tetapi bukti kwitansi tidak diserahkan kepada petugas pemakaman,” terangnya.

Namun hasil penelitian MCW itu langsung dibantah oleh Wali Kota Malang Sutiaji, yang menegaskan bahwa dana pemakaman jenazah Covid-19 tersebut sudah disalurkan ke tim pemakaman, termasuk dana penggali makamnya.

“Nggak ada penggelapan dan sebagainya. Nauzubillah, tapi ketika di lapangan, saya tes, kroscek bener tim pemakaman itu. Siapapun yang menyelewengkan dana Covid-19 harus berhadapan, siap nanti dipecat kalau ASN,” tegas Sutiaji ditemui awak media, pada Kamis siang (2/9/2021) di Balai Kota Malang.

“Kita itu satu pemakaman jenazah itu ya Rp 1,5 juta itu, itu dibagi dua. Yang memakamkan Rp 750 ribu, yang gali Rp 750 ribu. Jadi kalau yang gali misal pihak RW ya dia berhak. Nah kan ada yang memakamkan, ada yang menggali dari tim pemakaman. Kalau dari masyarakat yang menggali, ya yang bagian Rp 750 ribu itu,” paparnya.

Terkait adanya keterlambatan pembayaran dana pemakaman ke tim, ia menyebut proses pencairannya tidak bisa serta merta langsung dilakukan hari itu juga. Sebab memerlukan proses administrasi dan verifikasi terlebih dahulu, yang memerlukan waktu tidak bisa satu dua hari selesai.

“Bukan telat, jadi gini namanya uang itu to tidak langsung brangkas dipakai gitu. Kenapa? Uang ini kan orang yang meninggal kan tidak dianggarkan jumlahnya berapa, sekian, ternyata fluktuatif.  Jadi kita tidak bisa memprediksi orang mati, saat ini berapa. Nanti uangnya dipakai,” tukasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Sutiaji Bantah Adanya Dugaan Penyelewengan Dana Pemakaman Covid-19

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT