Sabtu, 29 Januari 2022
Ekonomi

Tahun 2020, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Banyuwangi Menurun

profile
Admin

07 Oktober 2020 16:37

465 dilihat
Tahun 2020, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Banyuwangi Menurun
Mujito Plt Divisi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banyuwangi saat dikonfirmasi Suarajatimpost.com Rabu (7/10/2020).

BANYUWANGI - Catatan angka kematian ibu dan bayi ditahun 2020 terbilang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Di tahun 2020 tercatat angka kematian ibu (Aki) tercatat ada 13 kematian dan Angka kematian Bayi (AKB) tercatat ada 85 orang. Dibanding tahun 2019 yang tercatat lebih tinggi.

AKI sebanyak 31 dan AKB sebanyak 108, ungkap Mujito Plt Divisi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banyuwangi saat dikonfirmasi Suarajatimpost.com Rabu (7/10/2020).

Dia mengatakan bahwa penurunan ini seba Dinas Kesehatan dan Puskesmas terkait telah melakukan tindakan dengan program inovasi pelayanan kesehatan.

"Dengan program Sakina (stop kematian ibu dan anak)," beber Marjito.

Dikatakannya program SAKINA ini memiliki peranan yang cukup besar guna meminimalisir angka kematian ibu dan bayi di Banyuwangi.

"Sehingga sejak dini kehamilan itu bisa terpantau," terangnya.

Marjito menjelaskan langkah inovasi puskesmas di Banyuwangi juga terbilang unik. Yakni dengan menggandeng pedagang sayur sebagai juru informasi.

"Inovasi yang ada di daerah Sempu. Tukang sayur dibranding, diberi tugas mengamati konsumennya yang kebanyakan ibu-ibu. Bila ada ibu hamil dia melaporkan ke puskesmas setempat," tandasnya.

Marjito mengatakan adanya inovasi tersebut membantu petugas guna melakukan tindak lanjut bila ada kehamilan didaerah setempat.

"Memudahkan puskesmas melakukan antisipasi. Sejak dini sudah terpantau dan segera diperiksa. Sampai proses kelahiran," ujarnya.

Sebagai informasi Mujito menjelaskan bahwa kematian Ibu dan Bayi ini disebabkan oleh faktor kurangnya kesadaran diri masyarakat.

"Ibu sudah usia lanjut tapi memaksakan diri punya anak. si ibu punya penyakit bawaan dan memaksakan untuk hamil, panggul sempit memaksakan untuk hamil, punya penyakit tekanan darah tinggi berat," jelasnya. (WAN)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tahun 2020, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Banyuwangi Menurun

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT