Rabu, 19 Januari 2022
Kriminal

Tega Pendamping PKH di Malang Selewengkan Dana Bansos Rp 450 Juta

profile
Avirista

08 Agustus 2021 20:52

1.5k dilihat
Tega Pendamping PKH di Malang Selewengkan Dana Bansos Rp 450 Juta
Pelaku saat diamankan Polres Malang

MALANG - Polres Malang akhirnya menetapkan seorang tersangka kasus penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Satu tersangka ini merupakan oknum pendamping PKH bernama Penny Tri Herdihiani, warga Perumahan Joyogrand Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono Handoyo menuturkan pelaku ditetapkan sebagai tersangka setah polisi melakukan penyelidikan hampir dua bulan, pasca temuan penyelewengan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). 

"Setelah memiliki barang bukti yang cukup untuk penyelidikan dua bulan, kemudian tanggal 2 Agustus 2021 kami melakukan gelar perkara peningkatan status terlapor saksi atas nama PT sebagai tersangka," ungkap Bagoes Wibisono, pada Minggu (8/8/2021) saat memimpin rilis di Mapolres Malang.

Disebutkan Bagoes, pelaku yang menjabat sebagai pendamping PKH sejak 12 September 2016 - 10 Mei 2021 melakukan penyalahgunaan dana Bansos sebesar Rp 450 juta, selama periode 2017 - 2020 atau selama kurang lebih 4 tahun melancarkan aksinya.

"Hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui bahwa pada tahun anggaran 2017 - 2020 tersangka diduga kuat telah melakukan penyalahgunaan dana bantuan program keluarga harapan, sebesar Rp 450 juta," ungkap dia.

Dana yang disalahgunakan tersangka ini, merupakan dana Bansos PKH kepada 37 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Dimana dari jumlah 37 KPM tersebut, 16 KPM penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bansosnya tidak pernah dicairkan oleh pemerintah.

"17 KPM penerima KKS tidak ada di tempat atau sudah meninggal dunia, 4 KKS untuk KPM hanya diberikan sebagian saja," tuturnya.

Dari penyalahgunaan dana Bansos tersebut dikatakan Bagoes, pihaknya mengamankan sejumlah 33 KKS ke atas nama para penerima KPM.

"Kami juga mengamankan 30 buku rekening bank BNI atas nama KPM Kemudian sejumlah bundes rekening koran, uang tunai Rp 7.290.000 satu lembar, serta berita acara pengembalian dana penyalahgunaan bansos program PKH, tanggal 28 Mei 2021," bebernya.

Sementara dari pengakuan pelaku penyalahgunaan Bansos ini digunakan untuk membeli sejumlah barang elektronik berupa kulkas, televisi, kompor elektrik, mesin cuci, AC, laptop, keyboard, air cooler, hingga sepeda motor.

"Dana penyalahgunaan ini juga digunakan pelaku untuk pengobatan orang tuanya yang sakit, barang elektronik, hingga satu unit sepeda motor Yamaha NMax keluaran tahun 2015," tuturnya.

Pasal 2 Subsider, Pasal 3 Subsider Pasal 8 Undang - Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Tersangka diancam hukuman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar
 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tega Pendamping PKH di Malang Selewengkan Dana Bansos Rp 450 Juta

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT