Rabu, 19 Januari 2022
Hukum

Tersangka JE Belum Ditahan, Giliran Kepala Asrama SPI Dilaporkan

profile
Doi

17 November 2021 15:28

577 dilihat
Tersangka JE Belum Ditahan, Giliran Kepala Asrama SPI Dilaporkan
Kepala Asrama dilaporkan, sementara tersangka JE masih berkeliaran, LPA Kota Batu, Repdem dan PP desak Polres Batu tegas. (Suara Jatim Post)

KOTA BATU – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batu, Fuad Dwiyono, melaporkan Kepala Asrama Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Ahmad Akhiyat ke Polres Batu atas tuduhan kekerasan fisik yang terjadi di SPI.

Setelah mendapatkan bukti kuat dugaan kekerasan terhadap korban berinisial AM asal Jakarta, didukung MPC Pemuda Pancasila Kota Batu dan DPC Relawan Demokrasi Perjuangan (Repdem) Kota Batu melakukan pelaporan ke Polres Batu.

Terlapor merupakan suami dari Risna Amalia, mantan Kepala Sekolah SPI Kota Batu. Kasus ini, berbeda dengan kasus yang menyeret JE, pemilik sekolah SPI yang sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pelecehan seksual, meski hingga saat ini belum ditahan.

"Harapan kami polisi bisa bekerja secara maksimal untuk mengusut kasus yang dilaporkan kali ini. Sebab ini juga rangkaian dari budaya kekerasan fisik yang banyak terjadi di SPI," papar Fuad.

LPA Kota Batu mendesak kepolisian bergerak cepat menangani kasus di SPI yang dikatakan Fuad masih banyak korban lainnya, baik yang mengalami kekerasan fisik, eksploitasi ekonomi bahkan pelecehan seksual.

"Kami berharap sikap adil dan tegas dari Polres Batu. Tersangka JE hingga kini belum ditahan, jangan sampai kemudian terlapor kali ini juga tidak mendapatkan perlakuan hukum secara maksimal," ungkap mantan Ketua DKKB ini. 

Ketua DPC Repdem Kota Batu M Syahrul Huda didampingi massa dari Pemuda Pancasila membacakan LP dari Polres Batu dihadapan awak media. (Suara Jatim Post)

Hadir di kantor redaksi suarajatimpost.com AM dan Yang yang merupakan korban kekerasan fisik di SPI didampingi LPA, Repdem dan Pemuda Pancasila menceritakan dirinya sering menerima tindak kekerasan berupwua pemukulan oleh terlapor.

"Alasan pemukulan itu setelah saya dituduh menyebarkan informasi tidak benar. Padahal saya tidak mengatakan atau mengetahui seperti yang dituduhkan ke saya," katanya.

Dikatakan AM, aksi pemukulan terjadi pada 3 Mei 2021. Saat itu, Risna masih menjabat sebagai Kepala Sekolah SPI. Dimana semua pelajar diminta berkumpul di tempat bernama BP Cinema. Di BP Cinema, korban bersama seorang rekannya dipukul oleh Akhiyat di hadapan pelajar lainnya dan Risna Amalia.

"Sebelumnya, kepala sekolah dulu yang bicara kepada saya, lalu kepala asrama. Tidak lama, saya dituduh lalu dipukul di situ," bebernya.

Akibat pemukulan itu, korban merasakan sakit di bagian belakang kepalanya. Ia membutuhkan waktu tiga hari untuk kembali pulih.

"Setelah kejadian itu saya juga dikeluarkan dari lingkungan SPI dan disuruh mengikuti pembelajaran online," imbuhnya.

Kekerasan fisik juga dialami Y yang mengaku pernah mendapat kekerasan verbal. Bahkan pernah dipaksa memakan cabe rawit pada pagi hari, sementara dirinya belum sarapan.

"Pernah itu dulu pagi-pagi. Tidak hanya kami yang sering dianiaya, murid lain juga. Sering kali dipukul dan dipekerjakan tidak wajar. Di sana kami malah jarang belajar, bekerja yang pasti bahkan pernah saya tidak tidur selama 24 jam," tuturnya.

Suatu ketika, masih kata Y, atas kesalahan yang saya lakukan, terlapor mengeluarkan perkataan yang tidak pantas dan sangat melukai batinnya.

"Mereka berkata begini, kamu kan anak yatim piatu, memang bisa apa? Anaknya orang mati mana bisa sukses," jelas Y menirukan ucapan terlapor.

Terpisah, Kuasa Hukum AM, Kayat Harianto membenarkan bila laporan itu sudah masuk ke Polres Batu, Selasa (16/11/2021) dan diterima dengan nomor laporan STTLP/B/121/XI/2021/SPKT/POLRES BATU/POLDA JATIM/.

"Benar Kepala Asrama SPI sudah kami laporkan ke Polres Batu terkait dugaan kekerasan yaitu pemukulan," jawabnya saat dihubungi via telepon. (Doi Nuri)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tersangka JE Belum Ditahan, Giliran Kepala Asrama SPI Dilaporkan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT