Rabu, 26 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Tolak UU Cipta Kerja, Gedung DPRD Pamekasan ‘Digoyang’ Demonstran Tiga Kali

profile
Admin

08 Oktober 2020 19:07

216 dilihat
Tolak UU Cipta Kerja, Gedung DPRD Pamekasan ‘Digoyang’ Demonstran Tiga Kali
Aksi demonstrasi di Gedung DPRD Pamekasan

PAMEKASAN – Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan ‘digoyang’ tiga kali demonstrasi dalam sehari. Aksi demonstrasi ini dilakukan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat gabungan untuk menolak penetapan UU Cipta Kerja.

 

Aksi pertama merupakan gabungan dari PMII se-Pamekasan dan GMNI se-Pamekasan digelar pukul 09.30 WIB pada Kamis (8/10/2020). Demo kedua digelar oleh BEM Unira dimulai pukul 13.25 WIB. Sementara demo ketiga berpangsung pukul 14.40 WIB, yang merupakan aksi gabungan dari HMI se-Pamekasan dan IMM se-Pamekasan.

 

Tujuan mereka sama, yakni menolak disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja. Demonstran menilai undang – undang tersebut tidak pro buruh dan rakyat. Sehingga ketiga gelombang aksi meminta seluruh anggota dewan menandatangani pernyataan sikap tolak UU Cipta Kerja.

 

Unjuk rasa pertama nyaris ricuh setelah sejumlah anggota dewan beranjak pergi meninggalkan massa aksi. Seruan revolusi santer diucapkan korlap aksi.

 

Sebagai bentuk kekecewaannya, peserta aksi melemparkan botol minuman ke arah aparat. Beruntungnya, aksi arogan tersebut berlangsung hanya 1 menit.

 

Seketika, korlap aksi Moh Lutfi meminta kepada seluruh peserta aksi, baik kader PMII maupun GMNI diinstruksikan tidur bersama di atas aspal sebagai bentuk kekecewannya.

 

Sementara aksi kedua dan ketiga yang note bene tuntutannya sama dengan aksi pertama berjalan kondusif.

 

Mereka meminta anggota DPRD Pamekasan menolak UU Cipta Kerja yang dinggap tidak pro rakyat dan buruh.

 

"Kami datang kesini untuk meminta agar para anggota dewan menolak UU Omnibus Law yang tidak berpihak pada buruh dan  rakyat," ucap salah seorang orator aksi.

 

Menurutnya, anggota legislatif yang dipilih oleh rakyat harus bertindak kepada rakyat yang mempu menganalisa undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat. Hal itu penting demi keberlangsungan kehidupan rakyat di bumi pertiwi.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Fathorrahman secara pribadi mengaku menolak UU Omnibus Law yang disahkan DPR Pusat.

 

Oleh karena itu, tuntutan seluruh massa aksi nanti akan disampaikan ke pusat guna menyampaikan apirasi rakyat.

 

"Secara pribadi saya menolak UU Cipta Kerja meski dasarnya partai pengusung saya mendukung disahkannya UU tersebut," tukasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tolak UU Cipta Kerja, Gedung DPRD Pamekasan ‘Digoyang’ Demonstran Tiga Kali

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT