Rabu, 26 Januari 2022
Lifestyle

Tradisi Musik Patrol yang Bangunkan Sahur Warga Jember

profile
Rochul

09 Mei 2021 12:40

115 dilihat
Tradisi Musik Patrol yang Bangunkan Sahur Warga Jember
Tradisi membangun sahur dengan musik patrol

JEMBER - Tradisi membangunkan orang sahur dengan musik patrol masih saja dilestarikan di Jember. Di Kecamatan Jember Kota misalnya, empat kelompok kesenian musik patrol di Kelurahan Patrang berkolaborasi membangunkan sahur masyarakat pada Minggu dini hari (9/5/2021).

Mereka berangkat dari lingkungan kampung yang ada di wilayah Kelurahan Gebang. Kemudian mereka berjalan kaki menyusuri sejumlah jalan sambil terus memainkan musik patrolnya, untuk membangunkan orang sahur.

Tampak mereka menelusuri jalan - jalan protokol utama di Jember, mulai Jembatan Jompo, Jalan Sultan Agung, Alun-Alun Kota Jember, Jalan Kartini, Jalan Trunojoyo, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Kenanga.

Koordinator Grup Musik Patrol Kantra (Kenanga Putra) Fathur Rozaq mengatakan, kesenian Musik Patrol adalah tradisi khas Kabupaten Jember yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

"Musik Patrol ini Khas Jember, sudah 21 tahun ada. Kemudian tampilnya dan keliling (pawai) di Jember setahun sekali saat momen Ramadan. Tujuannya untuk membangunkan Sahur," kata Fathur saat dikonfirmasi disela kegiatan pawainya.

Fathur mengatakan, dalam satu grup Kesenian Musik Patrol, terdiri dari 11 orang pemain musik. "Ditambah satu orang penyanyi. Yang lagu-lagunya bermacam-macam, tapi identik dengan alat musik kentongan (dipukul, red) bahan dari bambu dan kayu. Juga ditambah dengan seruling," ujarnya. 

Pada saat masa Pandemi Covid-19 ini, diakui Fathur, grup kesenian Musik Patrol yang digawanginya kesulitan untuk tampil. Namun semangat mereka melestarikan tradisi tetap dilakukan kendati tak ada arena tampil. Mereka berkeliling membangunkan orang sahur sambil tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tak ketinggalan hand sanitizer juga menjadi hal yang wajib dibawa.

Musik patrol beraksi saat membangunkan wara sahur


"Meskipun ini pandemi, ini acara tahunan. Jadi menjadi hiburan dan juga menjadi tradisi. Serta juga sarana untuk membangunkan sahur masyarakat Jember (saat puasa ramadan). Kesenian Musik Patrol ini juga khas Jember jadi harus dijaga," katanya.

"Namun kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menggelar acara (pawai) ini. Kita tetap pakai maskerdan cuci tangan," pungkasnya.

Di sisi lain adanya pawai musik patrol saat membangunkan orang sahur direspon oleh pihak BPBD Kabupaten Jember. Melalui Plt Kepala BPBD Jember Muhammad Jamil menyebut, ia tidak mengetahui adanya kegiatan pawai musik patrol untuk membangunkan warga makan sahur.

"Saya belum tahu kegiatan itu, coba nanti saya cek dulu ke kelurahan dan kecamatannya. Karena di sana ada Posko (Satgas yang bertugas), juga ada penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis mikro yang menjadi wilayah atau tanggung jawab pak lurah dan pak camat," kata Jamil saat dikonfirmasi terpisah melalui ponselnya, Minggu (9/5/2021).

Terkait penerapan PPKM berbasis mikro itupun, diketahui sudah dilakukan sejak awal Januari 2021 lalu.

"Untuk kegiatan pawai itu, nanti akan kami konfirmasi lagi apakah sudah ada pemberitahuan, atau sudah menerapkan prokes atau tidak," tutupnya.(Lum)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tradisi Musik Patrol yang Bangunkan Sahur Warga Jember

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT