Kamis, 27 Januari 2022
Ekonomi

UMK Banyuwangi Hanya Naik Seharga 2 Liter Bensin, Buruh : Tidak Manusiawi

profile
Ikhwan

02 Desember 2021 11:41

104 dilihat
UMK Banyuwangi Hanya Naik Seharga 2 Liter Bensin, Buruh : Tidak Manusiawi

BANYUWANGI - Upah minimum kabupaten (UMK) Banyuwangi tahun 2022 resmi naik 0,63 persen atau lebih besar Rp 14.000 dari tahun sebelumnya. Dari yang sebelumnya Rp 2.314.278 akan naik menjadi Rp 2.328.399.

Kenaikan yang tergolong minim itu memancing kekecewaan dari Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Banyuwangi. 

Federasi buruh itu menyebut bila Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kurang serius dalam menyikapi permasalahan buruh di Bumi Blambangan ini. 

Kenaikan 0,63 persen itu dinilai jauh dari kata layak dan hanya setara dengan 2 liter bensin. Artinya, tidak sebanding dengan mahalnya kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan seperti saat ini. 

"Bagi kami kenaikan kali ini sungguh jauh dari kata layak, dari perikemanusiaan apalagi kesejahteraan sangat jauh dari kata sejahtera," ujar Ketua FSPMI Banyuwangi, Khoirul Anwari Arif, Kamis (2/12/2021).

Dia turut menanyakan alasan pemkab Banyuwangi yang masih merujuk PP 36 Tahun 2021 dalam menentukan upah. PP 36 Tahun 2021 merupakan aturan turunan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Padahal aturan itu di klaster ketenagakerjaan itu cacat formil. Butuh dua tahun untuk memperbaiki regulasi tersebut. Tapi mengapa Banyuwangi menggunakan aturan ini. Amar putusannya juga sudah jelas di poin 1-9, tapi masih saja pemerintah menggunakan undang-undang ini untuk dasar penetapan upah," imbuhnya.

Pihaknya sangat menyayangkan formula penetapan upah di Banyuwangi masih menggunakan PP 36 Tahun 2021. Padahal di Jawa Timur ada lima kabupaten yang tidak menggunakan PP tersebut. Diantaranya Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, Gresik.

"Apa bedanya sama-sama di Jawa Timur loh ini, di ring 1 (lima kabupaten) itu naik 1,74 persen. di luar kabupaten itu tidak ada yang naik sampai 1 persen, lainnya adalah nol koma, dimana keadilannya," ungkapnya kecewa.

"Bahkan kenaikan Banyuwangi kalah dengan Lumajang. Lumajang bisa 0,93 persen kenapa Banyuwangi tidak. Melihat kondisi yang ada seharusnya Banyuwangi bisa lebih tinggi," imbuhnya.

Menurut Anwar, jika tiap tahun UMK naik tidak sampai 1 persen dapat disparitas upah di Jatim akan semakin melebar dari daerah lain sama ring 1.

"Di kabupaten selain ring 1 kenapa hanya nol koma, kan sama-sama di Jawa Timur, seharusnya kalau di ring 1 saja 1,74 disama ratakan lah," tegas dia.

Dikarenakan UMK tahun 2022 telah ditetapkan Gubernur Jatim, pihaknya hanya bisa pasrah. Namun untuk tahun 2023, mereka meminta dalam menentukan upah, pemerintah tidak lagi memakai PP 36 tahun 2021.

"Tetapi memakai PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Karena UU Omnibus Law ini ditangguhkan oleh MK. Kita akan menurunkan massa yang banyak di tahun 2023 jika penetapan upahnya masih menggunakan PP 36 Tahun 2021," ancam mereka. 

Tags
Anda Sedang Membaca:

UMK Banyuwangi Hanya Naik Seharga 2 Liter Bensin, Buruh : Tidak Manusiawi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT