Rabu, 19 Januari 2022
Kesehatan

Usai Ditolak Lima Rumah Sakit, Ibu Muda Asal Pacet Meninggal Dunia

profile
Andy

26 Juli 2021 16:47

4.1k dilihat
Usai Ditolak Lima Rumah Sakit, Ibu Muda Asal Pacet Meninggal Dunia

MOJOKERTO - WS, ibu muda dua anak warga Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, meninggal dunia usai ditolak beberapa rumah sakit yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Dari informasi yang diterima, WS yang mengeluh sesak nafas sempat dibawa ke 5 rumah sakit diantaranya RSUD Prof dr Soekandar, RS Mawadah Medika, RSI Sakinah, RS Kartini dan RS Dian Husada. Kamis (22/07/2021) siang.

Sebelum meninggal dunia,  WS sempat dirawat di ruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit Sakinah, Kecamtan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Terkait tragedi penolakan di 5 rumah sakit diungkapkan oleh saudaranya yakni, Edwin Riki, mengatakan, jika sebelumnya sempat mengeluh demam dan sesak nafas, sehingga dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil pribadi.

"Dibawa ke rumah sakit untuk cari pengobatan, namun rumah sakit menolak. Lalu terpaksa dibawa pulang lagi," kata Riki, Minggu (25/7/2021) siang.

Dirasa tak mendapatkan rumah sakit, ia pun membawanya pulang lagi dan berusaha menghubungi ambulan relawan agar mendapatkan rumah sakit.

"Saya langsung menghubungi mobil ambulans milik relawan. Kemudian dikasih bantuan pakai oksigen kecil akhirya bisa sadar tapi untuk bernafas masih susah," tambahnya.

Ia langsung menuju ke salah satu rumah sakit yang ada di Kecamatan Ngoro, namun, sesampainya di depan UGD ditolak dengan alasan ruang UGD penuh.

"Di rumah sakit Kartini ditolak karena karena penuh, RS Mawadah Medika  alasan oksigen kosong," tuturnya.

Tak berfikir panjang, ia mengarahkan sopir ambulan untuk menuju rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, alih alih mendapatkan bantuan, pintu depan rumah sakit tersebut malah di portal.

"Sampai disitu pintu gerbang digembok, saya klakson-klakson cuek tidak ada yang mendatangi kami. Akhirnya saya turun masuk ke IGD laporan kalau adik saya saturasinya tinggal 25 sampai 30 persen butuh oksigen tekanan tinggi secepatnya" jelasnya.

Ternyata di dalam sang perawat  menyampaikan jika kekurangan tenaga medis di UGD lantaran banyak pasien yang sedang menjalani observasi.

"Kata  nakesnya kurang, banyak yang terpapar Covid-19. Sedangkan nakes yang lain masih observasi pasien lain," lanjut Riki.

Sehingga tak ingin adanya hal di inginkan, ia pun menghubungi salah satu dokter di RS Sakinah Kecamatan Sooko. Walaupun situasi rumah sakit penuh, adiknya itu diminta segera membawanya karena mendengar kondisi adiknya kritis.

"Sampai disana, langsung diberikan pertolongan oksigen meski harus ditangani di depan pintu masuk IGD karena BED di RS tersebut penuh. Saat masuk IGD Sakinah langsung dites swab antigen, hasilnya positif keluar pada hari Jumat," bebernya.

Dalam menjalani perawatan, kondisi adiknya tersebut seringkali drop dan memiliki riwayat asma, sehingga hasil rontgen paru-parunya putih semua karena Corona.

"Adik saya saturasinya bisa naik cepat sampai 70 dia sadar, tapi satu jam drop lagi naik turun seterusnya seperti itu," terangnya.

Tak lama kemudian, ia bersama sang keluarga mendapatkan kabar dari sang dokter jika WS telah meninggal dunia.

"Akhirnya adik saya pukul 21.00 Wib, menghembuskan nafas terakhir dan dimakamkan dengan protokol kesehatan," tuturnya.

Riki pun berharap, agar kejadian seperti yang dialaminya tidak sampai terjadi di kalangan masyarakat Mojokerto pada khususnya.

"Masyarakat juga sangat butuh ambulans dan oksigen. Namun, pinjam ambulans puskesmas sulit," pungkasnya.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Usai Ditolak Lima Rumah Sakit, Ibu Muda Asal Pacet Meninggal Dunia

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT