Sabtu, 22 Januari 2022
Peristiwa Daerah

Viral Jalur Gowes Gadis Desa di Malang

profile
Admin

13 September 2020 21:37

477 dilihat
Viral Jalur Gowes Gadis Desa di Malang
Banner jalur gowes desa yang vidal di media sosial

MALANG - Banner jalur gowes desa viral di media sosial. Dari banner yang dilihat tampak seorang perempuan menggunakan pakaian kemben jawa seolah mandi di sungai. Perempuan tersebut tampak memperlihatkan bagian punggung atas bagian atasnya seolah sedang mandi. 

Berdasarkan identifikasi, banner jalur gowes dengan logo branding pariwisata Kabupaten Malang berasa di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. 

Saat dikonfirmasi Camat Karangploso Indra Gunawan membenarkan ada event gowes alias bersepeda di wilayahnya pada Minggu 6 September 2020. Namun ia menegaskan banner rute jalur gowes gadis desa pada foto dan video yang menyebar di media sosial, itu tidak ada. 

"Itu bukan bagian dari event gowes kemarin, itu ulah orang ngamen. Cari uang untuk kepentingannya sendiri, jadi acara gowes bareng disusupi oleh mereka," ucap Indra saat dihubungi suarajatimpost, Minggu (13/9/2020). 

Indra menjelaskan ada dua rute gowes, yakni jalur santai dan jalur ekstrem. Jalur santai memiliki panjang 10 kilometer, sedangkan jalur ekstrem dibuat sepanjang 15 kilometer. 

"Banner dengan jalur itu di jalur ekstrem di wilayah Donowarih. Maksudnya dan tujuannya mengajak selfie dan harus membayar," tuturnya. 

Namun ia memastikan tidak ada jalur gowes gadis desa di wilayahnya, bahkan pihaknya telah memperingatkan serta membubarkan mereka.  "Tidak ada disini jalur gowes gadis desa dan memang seterusnya tidak akan ada. Itu ulah orang mencari uang untuk dirinya sendiri," benernya. 

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara memastikan bila Banner jalur gowes gadis desa tersebut tidak ada di Kabupaten Malang. Bahkan Made menyebut ada sejumlah pihak yang mencoba mengambil untung dari acara gowes Bupati bersama Anak Yatim Piatu pada Minggu 6 September 2020 dengan start di Rest Area Karangploso. 

"Itu yang buat dari komunitas, bukan dari kita (Pemkab Malang). Itu event dari komunitas, kita nggak ngecek ada banner itu. Sudah koordinasi dengan Dispora untuk mengingatkan," jelas Made. 

Terkait motif mengapa event organizer tersebut sampai nekat membuat bannee rute gowes gadis desa, Made hanya menyebut kemungkinan untuk kemarin minat dan mendongkrak pemasaran. 

"Itu strategi EO untuk mencari banyak minat pesepeda, terutama dari segi promosi tetap tentu menuai pro kontra apalagi ini terjadi eksploitasi dan diviralkan," paparnya. 

Ke depan Made juga akan mengingatkan para event organizer untuk tak mengeksploitasi yang dianggap menuai pro kontra. "Kami pastikan bukan acara Pemkab meksipun pakai logo branding pariwisata. Ke depan kita ingatkan jangan sampai ada eksploitasi, membuat gaduh, jangan terjadi lagi itu," tutupnya. 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Viral Jalur Gowes Gadis Desa di Malang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT