Sabtu, 22 Januari 2022
Pemerintahan

Warga Bantur Kecewa Meski Mengaku Pernah Dihubungi Kadis DPMPTSP Perihal BTS

profile
Syahrul

11 Juli 2021 20:25

509 dilihat
Warga Bantur Kecewa Meski Mengaku Pernah Dihubungi Kadis DPMPTSP Perihal BTS
Tower BTS di Desa Wonokerto Kecamatan Bantur yang berada di pemukiman padat warga

MALANG - Terkait keberadaan Tower Base Transceiver Station (BTS) yang diduga tidak mengantongi ijin, H. Choirul Amin, salah satu warga desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, yang rumahnya berdekatan dengan tower tersebut, mengaku pernah dihubungi lewat telepon seluler oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Malang, Subur Hutagalung.

Menurut pengakuannya, tiga bulan yang lalu, tepatnya bulan April 2021. 
Setelah santer pemberitaan mengenai Tower BTS di beberapa media, ia mendapat telepon dari Kadis DPMPTSP.

"Waktu itu Pak Subur menelepon saya, beliau berbicara, jika nanti saya akan di telepon oleh orang-orang dari Diskominfo," kata pria yang akrab dipanggil Kaji Kuncir ini. Minggu (11-07-2021) sore.

Saat itu, dirinya sempat senang karena sudah mendapat perhatian dari Pemkab Malang. Meskipun tidak mengerti sepenuhnya perkataan dari Kadis DPMPTSP tersebut.

"Setelah mendapat telepon, saya sempat senang. Kami berfikir jika Pemkab Malang sudah memperhatikan keluhan dari masyarakatnya. Dan berniat untuk menyelesaikan permasalahan keberadaan BTS sampai tuntas," kenangnya.

Namun, lanjut Kaji Kuncir, ia tak menyangka dan menyayangkan jika sampai hari ini malah tidak ada tindakan sama sekali dari instansi terkait.

Padahal, tambahnya, ia pernah membaca berita di beberapa berita online jika Sekretaris Daerah (Sekda) sudah mengintruksikan pada Satpol PP untuk mengawasi dan menindak keberadaan BTS tidak berizin di Kabupaten Malang, khususnya yang berada di Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur.

Untuk itu, dirinya berharap pada Pemkab Malang untuk segera menindak lanjuti keberadaan BTS di desanya.

"Sekali lagi kami berharap Pemkab perduli dengan masyarakatnya, karena ini berdampak pada kesehatan dan keselamatan warga yang berdekatan dengan BTS," tutupnya.

Diketahui, Tower Base Transceiver Station (BTS) milik provider perusahaan swasta di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang membuat resah sejumlah warga sekitar.

Sebabnya, bangunan tower BTS yang berada di titik koordinat pasar Wonokerto-Bantur tersebut berjarak hanya beberapa meter dari bangunan rumah tinggal.

Selain itu warga desa setempat juga mempermasalahkan bangunan tower setinggi 50 meter itu, karena berdiri hanya berjarak kurang dari 15 meter dari rumah mereka.

Padahal, idealnya tinggi menara yang berukuran kurang dari 45 meter, memiliki standar jarak aman dengan pemukiman minimal 20 meter dan berjarak 10 meter dari area komersial dan 5 meter dari daerah industri. (Syahrul).

Tags
Anda Sedang Membaca:

Warga Bantur Kecewa Meski Mengaku Pernah Dihubungi Kadis DPMPTSP Perihal BTS

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT