Sabtu, 22 Januari 2022
Peristiwa Nasional

Warga Malang Mengaku Buta dan Tak Bisa Bergerak Pasca Divaksin Covid-19

profile
Avirista

02 Desember 2021 17:37

529 dilihat
Warga Malang Mengaku Buta dan Tak Bisa Bergerak Pasca Divaksin Covid-19
Joko Santoso, warga yang mengalami Kebutaan pasca vaksinasi Covid-19

KOTA MALANG - Seorang warga Kota Malang mengalami kebutaan atau tak dapat melihat pasca vaksin Covid-19. Warga bernama Joko Santoso, ini melalui istrinya menyampaikan keluh kesahnya di media sosial bahwa ia mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). 

Ia mengunggahnya di Facebook pribadi dan unggahannya tersebar di grup media sosial Facebook Komunitas Peduli Malang Raya (Asli Malang) karena mengaku tak mendapat respon dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang setelah hampir tiga bulan pasca vaksinasi Covid-19. 

Pria yang beralamat di Jalan Burung Gereja Nomor 1 A RT 2 RW 2, Kelurahan Arjawinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ini sebelumnya disuntik vaksin dosis pertama Astrazeneca, pada Jumat 3 September 2021 lalu. 

Ditemui di kediamannya, Joko mengaku ia mengikuti kegiatan vaksinasi di rumah Ketua RW pada Jumat pagi 3 September 2021. Sebelum divaksin ia sempat dicek skrining kesehatan, mulai dari tensi dan gula darah. 

"Sana ditensi normal semua, lalu saya disuntik nunggu 15 menit, pamitan Bu RW juga surat vaksinnya masih ada nunggu lama, semuanya normal. Lalu saya tinggal pulang," ucap Joko Santoso ditemui di kediamannya pada Kamis siang (2/12/2021). 

Namun setibanya di rumah sekitar pukul 11.00 WIB ia tiba - tiba merasakan gejala mual dan muntah dua kali, hingga akhirnya memutuskan beristirahat tidur di rumahnya. 

"Disuruh minum obat terus tidur - tiduran, terus sampai istri pulang, jam 10 malam lihat handphone itu kabur. Saya kira sudah ngantuk, biasanya nggak pernah tidur jam segitu," ungkap pria berusia 38 tahun ini. 

Pada Sabtu paginya sekitar pukul 06.00 WIB, Joko yang hendak beraktivitas tiba - tiba dikejutkan dengan pengelihatannya yang tak berfungsi. 

"Sabtu paginya gelap gulita itu, laporan ke pak RW dibawa ke RS Refa Husada, dari Refa Husada dirujuk ke RSU (Rumah Sakit Saiful Anwar) sampai sekarang," tutur pria dua orang anak ini. 

Namun ia kembali pulang ke rumah, karena Poli Saraf tutup dan diminta kembali lagi pada Senin 6 September 2021. Saat Senin itu ia kembali dan akhirnya diminta untuk opname di ruang perawatan khusus pasien penderita penyakit saraf RSSA Malang. Di sana ia menjalani opname perawatan selama tiga hari. 

"Tiga hari, setelah itu tubuh lemas, kayak stroke gitu, lemas nggak bisa gerak, nggak bisa gerak, tangan saja yg bisa gerak sama kepala, duduk nggak bisa, apalagi jalan. Jadi di RSSA, selama tiga hari di unit stroke terus backgroundnya itu gelap gulita tinggal abu - abu gitu," kisahnya. 

Selama perawatan di RSSA, Joko mengaku sejumlah dokter dan tim medis menanganinya. Para tim medis ini dibuat dengan keluhan yang dialami Joko, mengingat dari hasil pemeriksaan medis baik luar dan rontgen dalam, tidak dalam kondisi yang sakit. 

"Itu tadi bingung dokternya, gula darah nggak ada, hipertensi normal, semuanya normal. Masih diobservasi. Sudah diperiksa MRI, thorax itu hasilnya normal," tuturnya. 

Akibat kebutaan yang ia alami pasca vaksinasi Covid-19 ini, Joko tak bisa beraktivitas normal. Ia terpaksa kehilangan pendapatan dari matapencahariannya sebagai kuli bangunan dan kuli batu.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Warga Malang Mengaku Buta dan Tak Bisa Bergerak Pasca Divaksin Covid-19

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

1 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT