Rabu, 26 Januari 2022
Pemerintahan

Warung Langganan Didenda, Pelanggan Solidaritas Iuran Tebus Dendanya

profile
Krisda

19 Juli 2021 18:58

32 dilihat
Warung Langganan Didenda, Pelanggan Solidaritas Iuran Tebus Dendanya
Pelanggar PPKM darurat disidang di Malang

KOTA MALANG - Tak mematuhi PPKM Darurat puluhan pelaku usaha dan pedagang kaki lima (PKL) di Malang menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). Sidang diadakan di Mini Office Balai Kota Malang pada Senin (19/7/21) dan dihadiri oleh puluhan orang pelanggar PPKM darurat.

Ruangan sidang diatur sedemikian rumah dan dihadiri pelanggar PPKM darurat sementara hakim memutuskan perkara melalui sambungan video telekonferensi jarak jauh. Tampak mayoritas pelanggar yang mengikuti sidang merupakan pelaku usaha kuliner mulai dari warung makan kecil hingga rumah makan berskala besar.

Mayoritas peraturan yang dilanggar yakni aturan jam operasional, masih melayani makan di tempat serta menimbulkan kerumunan. PKL dan pelaku usaha kuliner dijatuhi denda berkisar 100 ribu.

"Ini kita nggak main-main ya, mereka - mereka yang masih mangkal tidak sesuai ketentuan. Saya kira kita persuasifnya sudah toleransi sudah, ini kita tidak pandang bulu siapapun yang melakukan pelanggaran pasti akan kita berikan tindakan," jelas Sutiaji saat ditemui awak media.

Walikota Sutiaji, berharap dengan adanya sidang tipiring dapat memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih melanggar PPKM darurat. Sebab saat ini aturan PPKM darurat harus ditegakkan demi mengurangi kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Saya sendiri ikut di lapangan, ya, kadang - kadang kucing - kucingan. Tadi saya kira tidak mungkinlah, dia jam 9 malam kurang sekian, itu toleransi sudah tinggi padahal jam 8 harus tutup. Mestinya kalau jam 8 (malam) harus tutup teorinya, ya take away apapun last ordernya pukul setengah 8 (19.30), sudah nggak boleh melayaninya, sehingga ada tenggat waktu setengah jam. Sehingga pas jam 8 sudah tutup," terangnya.

Sekretaris Satpol PP Kota Malang Tri Oky mengatakan, pelanggar aturan PPKM darurat yang di sidang Senin ada 26 pelaku usaha. Mayoritas pelanggar yakni pelaku usaha kuliner dan pedagang kaki lima makanan.

"Rata - kata yang melanggar adalah dari usaha kuliner.  Rata-rata mereka melakukan pelanggaran melebihi jam operasional yang ditentukan, mereka beroperasi lebih dari jam 8 malam," terang Tri Oky.

Sementara itu salah satu pemilik warung makan Hari Susilo mengatakan, ia mengaku memang sempat terjadi kerumunan saat pelangganya mengantri di warung makan miliknya, oleh karena itu ia tak keberatan dengan denda yang diberikan.

"Tadi didenda Rp 99 ribu dan seribu rupiah untuk biaya sidang. Ya harus mematuhi aturan, karena kita telah melanggar Perda yang berlaku tentang PPKM. Apapun yang terjadi kita harus melakukan sidang dengan legowo dan sesuai aturan," tuturnya.

Namun Hari beruntung, para pelanggannya yang mayoritas petugas Satpol PP, jurnalis, dan polisi ini mau patungan membayar denda tersebut. Bahkan uang iuran tersebut disebutnya lebih dari nominal denda yang dijatuhkan hakim.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Warung Langganan Didenda, Pelanggan Solidaritas Iuran Tebus Dendanya

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT