Selasa, 24 Mei 2022
Pemerintahan

6 Ton Produk Sampah Recycle di TPS3R Banyuwangi Diekspor ke Austria

profile
Ikhwan

10 April 2022 23:04

309 dilihat
6 Ton Produk Sampah Recycle di TPS3R Banyuwangi Diekspor ke Austria
Produk sampah recycle di TPS3R Banyuwangi. (suarajatimpost.com)

BANYUWANGI – Produk sampah hasil recycle di TPS3R Bio Mandiri Lestari Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi menyentuh pasar ekspor.

Sedikitnya ada 6 ton plastik jenis Plastik PE (Polyethylene) dikirim ke Negara Austria.

Manager TPS3R Bio Mandiri Lestari Nungky Rosalina menjelaskan per bulan rata-rata sampah yang dikelola mencapai 270 ton yang berasal dari 7500 rumah tangga di 4 desa di Kecamatan Muncar.

Sampah itu dikelompokkan menjadi 2 jenis organik dan non organik. Sampah organik diolah menjadi pupuk organik dan ulat maggot. Sedangkan yang sampah non organik dipilah dan dikelola untuk dijual kembali.

“Sampah plastik yang kami kelola itu ada yang kami ekspor ke perusahaan EcoPlast Kunstsoff Recycling yang berbasis di Wildon, Austria. Pada 21 Maret 2022 lalu kami ekspor perdana sebanyak 6 ton. Sampahnya yang diekspor jenis plastik yg keras (PE)," kata Nungky, Minggu (10/4/2022).

Tak hanya sekali, Lanjut Nungky, ekspor tersebut akan dilakukan secara reguler. Jumlah sampah yang dikirim pun dapat dikirim sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan TPS3R.

"Pengiriman berikutnya tidak ditentukan. Kami bisa mengirim berapa pun yang kami mampu. Tentu ini sangat menguntungkan bagi kami,” kata Nungky.

Selain diekspor, kata Nungky, secara rutin pihaknya juga memasok ke perusahaan nasional. Sejak setahun terakhir, pihaknya kirim botol plastik PET (Polyethylene Terephthalate) ke Tangerang.

"Dikirim ke perusahaan printer untuk diolah jadi bahan cartridge. Biasanya sebulan sekali 1 ton hingga 1,6 ton sekali kirim. Dari kegiatan pengelolaan sampah ini, setiap bulannya kita mendapatkan omzet rata-rata hampir Rp80 juta/ bulan," pungkasnya.

Penanganan sampah di Muncar ini diawali dari warga Desa Tembokrejo yang membuat TPS 2016. Pada 2018, pemerintah Norwegia bersama korporasi Borealis dari Austria mendukung NGO Systemiq untuk melakukan pendampingan masyarakat Kecamatan Muncar, yang diberi nama Project STOP.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi lokasi ini pada 19 Maret 2022 lalu. Menurut Luhut, penanganan sampah berbasis sirkular tersebut patut untuk dikembangkan lebih luas lagi.

Ditambahkan Nungki bahwa program ini telah menjangkau 7.500 KK dari empat desa di Muncar. Salah satu dampaknya, kata dia, di desa tersebut tidak lagi terjadi banjir.

"Dulu setiap hujan pasti banjir karena muara sungai dan drainasi tersumbat sampah. Tapi kini bebas banjir, karena tidak ada orang buang sampah ke sungai atau got. Aparat desa juga menunjang apa yang kami lakukan. Bahkan Pak Kades mewajibkan warga yang akan mengurus surat di kantor desa wajib punya Kartu Kuning (kartu iuran sampah desa)," kata Nungki.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan saat ini program kerjasama pengelolaan sampah dengan Systemiq tersebut dikembangkan dengan skala yang lebih luas. Melalui program bertajuk Banyuwangi Hijau, skalanya akan menjangkau lima kecamatan. Juga akan dibangun pusat pengolahan sampah di Desa Balak, Kecamatan Songgon.

"Dengan program yang kita kelola bersama Systemiq ini, kita berharap dapat berkontribusi sebesar 19,5 persen dari penanganan kebocoran sampah di Banyuwangi pada 2024," papar Ipuk. (*)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

6 Ton Produk Sampah Recycle di TPS3R Banyuwangi Diekspor ke Austria

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT