Minggu, 22 Mei 2022
Pemerintahan

Wabup Malang : Kesediaan Berbakti dan Berkorban untuk Negara Merupakan Hakikat Bela Negara

profile
Senopati

22 April 2022 09:26

221 dilihat
Wabup Malang : Kesediaan Berbakti dan Berkorban untuk Negara Merupakan Hakikat Bela Negara
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto saat menjadi narasumber pada Focus Group Discusion di Kecamatan Tumpang

MALANG - Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berbela negara dengan mewujudkan aktivitas sehari-hari sesuai dengan peran dan profesi masing masing yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, bela negara bisa dilakukan oleh setiap warga negara yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai peran dan profesi masing-masing.

“bela negara sangat luas spektrumnya. Oleh karena itu, tidak hanya dilahirkan dari satu Kementerian/Lembaga, karena lingkupnya nasional." kata Didik Gatot Subroto saat menjadi narasumber pada acara Focus Group Discusion (FGD) di Pendopo Kecamatan Tumpang, Kamis (21/4/2022).

Hadi pada diskusi tersebut, turut hadir ketua DPRD Kabupaten Malang, perwakilan Forkompimda dan beberapa OPD, Muspika Kecamatan Poncokusumo dan Tumpang serta tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda dari dua Kecamatan. 

Pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang ini menambahkan, ada kerancuan-kerancuan yang terjadi di masyarakat, bahwa bela negara adalah latihan baris berbaris dan angkat senjata untuk menjaga NKRI. fungsi penataan sistem bela negara belum memberikan makna yang dapat dilaksanakan secara konkret, komprehensif, dan final, dimana bela negara adalah sikap dan tindakan warga negara yang dilandasi oleh kecintaan kepada negara. 

"Seluruh warga negara harus dibentuk untuk cinta kepada negara dan diwujudkan dalam kesediaan untuk melindungi, mempertahankan, dan memajukan kehidupan bersama. Kesadaran bela negara hakikatnya adalah kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban untuk membela negara,” beber Wabup Malang.

Untuk meningkatkan kesadaran bela negara lewat lembaga pendidikan, bagaimana kita membangun karakter terhadap anak-anak kita untuk dapat memahami kesadaran bela negara. Dimana hal inilah yang menjadikan awal kita bersama-sama menghalau terdahap ancaman-ancaman yang dimungkinkan terhadap bangsa dan negaranya. 

Berbicara tentang ancaman-ancaman yang dimungkinkan terhadap bangsa dan negara, perkembangan globalisasi menjadi salah satu ancaman yang dapat mempengaruhi generasi milenial bangsa ini. 

“Teknologi komunikasi dan informasi mengubah perang konvensional menjadi perang modern, menggunakan teknologi, media massa, cyber war. Selain itu juga merubah pola fikir, bukan perang kekuatan militer, tetapi perang pengaruh melalui ideologi, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Tanpa disadari infiltrasinya yang sasarannya ketahanan ekonomi, pertahanan dan keamanan, budaya, ideologi, lingkungan, politik, karakter,” tandas sosok pria yang pernah memangku jabatan Kepala Desa Tunjungtirto Kecamatan Karangploso ini. 

Selain teknologi, narkotika dan obat/bahan berbahaya (Narkoba) menjadi salah satu ancaman, dan didominasi dari kalangan muda, “mereka yang masih masa pertumbuhan sangat rentan sekali terhadap penyalahgunaan narkoba,” pungkas Wabup Malang. (nes) 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Wabup Malang : Kesediaan Berbakti dan Berkorban untuk Negara Merupakan Hakikat Bela Negara

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT